BCA Syariah Sebut Pemblokiran Rekening Dormant Berdampak Kecil, Optimistis CASA Tetap Naik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank BCA Syariah menyebut pemblokiran atas rekening pasif (dormant) tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja dari dana murah atau current account and saving account (CASA). Bahkan, BCA Syariah Optimistis rasio CASA tetap naik ke depannya.
Direktur BCA Syariah Eduard Guntoro Purba mengungkapkan bahwa dampak finansial dari pemblokiran rekening dormant oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sangat kecil terhadap penurunan CASA di BCA Syariah.
Menurutnya, jumlah rekening nasabah yang memiliki saldo Rp 0 atau bahkan tergolong ke kategori dormant karena tak melakukan transaksi dalam beberapa bulan, pangsanya masih di bawah 1% dari total CASA.
“Sehingga walaupun itu memang ada, begitu tahu dibuka (blokir), karena memang kecil-kecil (nominalnya) akan diambil dan tidak akan berpengaruh sama sekali terhadap kondisi outstanding CASA kita,” ujarnya, dalam Paparan Kinerja BCA Syariah Semester I 2025, di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Baca Juga
Tumbuh 12%, BCA Syariah Cetak Laba Rp 100 Miliar di Semester I 2025
Eduard menilai, kebijakan pemblokiran rekening dormant tersebut justru menjadi momentum positif bagi industri perbankan, termasuk bank syariah, untuk meminimalisir tindak kejahatan di sektor keuangan. Dan tentunya untuk melindungi nasabah.
“Dengan kita bisa lebih engage lagi dengan nasabah, dan dengan program-program yang ada ke depan akan men-drive untuk customer-customer yang tadinya tak aktif,” katanya.
“Jadi ini juga suatu opportunity yang baik untuk rekan-rekan kita di bisnis. Nanti akan melakukan juga evaluasi bagaimana meng-handle ini dengan lebih baik lagi untuk kepentingan masyarakat dan untuk hal yang lebih baik lagi bagi BCA Syariah,” sambung Eduard.
Baca Juga
Ditunjuk Jadi Lembaga Penerima Wakaf Uang, BCA Syariah Siap Perluas Manfaat Sosial
Sementara itu, Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, di tengah pro dan kontra mengenai pemblokiran rekening dormant, pihaknya tetap optimis terhadap peningkatan CASA ke depan. Hingga saat ini, CASA BCA Syariah mencapai Rp 5,70 triliun, atau menggenggam pangsa 40,8% dari total dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 14 triliun.
Besaran CASA tersebut, kata dia, tumbuh 39,2% secara year on year (yoy) per Juni 2025. ”Mudah-mudahan ini tetap bisa kita pertahankan dengan angka 40% atau bahkan tetap kita bisa terus tingkatkan ke angka 50% atau 60%,” ucap dia.
Di kesempatan yang sama, Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum menjelaskan, peningkatan CASA tersebut tak lepas dari berbagai inisiatif yang dilakukan pihaknya, salah satunya melalui penguatan program BIQ untuk segmen giro, serta optimalisasi layanan digital di aplikasi BSya untuk nasabah individu.
Ia menyatakan, fenomena rekening dormant di BCA Syariah memang ada, tapi sebagian besarnya sudah mulai aktif kembali, terutama setelah digalakkan sejumlah program promosi dan edukasi kepada nasabah.
“Kalau rekening yang jumlah nominalnya Rp 0 itu berkisar 25%-30% dari total rekening individu, bukan customer. Tapi, dengan kita banyak promo-promo sekarang itu, kemudian banyak yang menjadi aktif. Bahkan, ketika blokir itu pertama kali diminta oleh PPATK, itu juga banyak yang pada saat itu sudah aktif lagi,” ujar Yuli.
Terkait pemblokiran rekening dormant, Yuli memastikan tidak ada fenomena penarikan dana secara besar-besaran oleh nasabah usai mereka terbebas dari blokir.
“Alhamdulillah di tempat kami tidak ada fenomena itu. Jadi nasabah masih setia bersama BCA Syariah sejauh ini. Dan kami cuman bisa mengimbau saja supaya sekarang kita lebih aware, rekeningnya itu diaktifkan, dicek. Jadi kita tahu apa yang terjadi dengan rekening kita,” katanya.

