Dorong Likuiditas Pasar Saham, Implementasi Liquidity Provider Dipercepat
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakselerasi implementasi peran liquidity provider (LP) guna memperkuat likuiditas pasar saham, khususnya bagi emiten unggulan (lighthouse) dan instrumen derivatif yang tengah dikembangkan.
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa hingga kini 13 Anggota Bursa telah menyatakan minat untuk menjadi LP. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya telah mendapatkan izin prinsip dan tengah menjalani proses uji sistem oleh penilai independen.
Baca Juga
BEI Rilis Aturan Baru 'Liquidity Provider', Langkah Cerdas Dongkrak Likuiditas Saham
“Dua anggota lokal sudah kantongi izin prinsip. Saat ini, keduanya menjalani proses pengujian sistem. Targetnya rampung dalam 4–6 minggu, jadi kami berharap izin final bisa terbit awal Agustus,” ujar Jeffrey saat ditemui usai konferensi pers RUPST BEI di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, (25/6/2025).
Selain itu, BEI kembali menerima satu permohonan tambahan dari calon LP yang sedang menunggu izin prinsip. Keberadaan LP dinilai vital dalam menjaga kedalaman pasar dan kestabilan harga, terutama dalam konteks pengembangan saham-saham baru serta produk derivatif seperti single stock futures (SSF).
“Kalau kita lihat, pertumbuhan derivatif secara persentase cukup tinggi. Tapi karena sifatnya masih baru, perlu waktu agar pasar terbiasa. Nah, LP inilah yang bisa menjembatani transisi ini,” tutur Jeffrey.
Baca Juga
Short Selling Saham Diimplementasikan September? Ini Penjelasan BEI
Langkah ini merupakan bagian dari strategi BEI mendorong anak-anak usaha BUMN yang tergabung dalam holding pasar modal Danantara. BEI menginginkan mereka tak hanya berperan saat IPO, tapi juga aktif menjaga likuiditas setelah saham tercatat di bursa.
Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menambahkan bahwa meski saat ini hanya Anggota Bursa yang dapat bertindak sebagai LP, pihaknya terbuka untuk kolaborasi dengan Danantara agar anak perusahaan BUMN yang sudah berstatus anggota bursa bisa ambil peran aktif.
Baca Juga
BEI Ungkap Perbedaan Liquidity Provider Saham dan Waran Terstruktur
“Ini penting terutama untuk saham-saham lighthouse dan efek yang masuk dalam daftar LP. Tujuannya agar pasar makin dalam, likuiditas meningkat, dan kepercayaan investor terjaga,” ucap Nyoman.
Sepanjang tahun 2025, BEI menargetkan lima IPO dari emiten lighthouse. Tiga di antaranya sudah melantai di bursa yakni PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), dan PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI). Satu perusahaan, PT Cipta Daya Informatika Asia (CDIA), tengah dalam proses pencatatan, sementara satu calon emiten lainnya masih dalam pipeline.

