BI Rate Turun, Ekonom: Saatnya Ekspansi!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Ekonom PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, Fakhrul Fulvian, merespons positif keputusan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50%.
Menurut Fakhrul, keputusan BI untuk menurunkan suku bunga acuan dalam rapat dewan gubernur (RDG) periode bulan Juli ini, hanya awal dari langkah serupa di kesempatan selanjutnya. Terlebih keyakinan itu ia sampaikan setelah mencermati komentar Gubernur BI Perry Warjiyo yang mengungkap adanya ruang penurunan suku bunga lebih lanjut.
"Dengan tingkat inflasi yang rendah dan kecendrungan penguatan rupiah, seharusnya kita bisa mendapatkan pemotongan bunga selanjutanya, secepatnya," katanya dalam keterangan tertulis kepada Investortrust, dikutip Kamis (17/7/2025).
Lebih lanjut, ekonom Trimegah Sekuritas itu meyakini saat ini merupakan langkah yang tepat bagi Indonesia untuk melakukan ekspansi ekonomi. Bukan tanpa alasan, ia menyebut semakin terangnya kejelasan terkait drama perang dagang ke depannya akan mengubah konstelasi neraca pembayaran di dunia.
Hal itu, lanjutnya, akan membuat terjadinya perubahan aliran modal. Sehingga ia meyakini kondisi tersebut akan menguntungkan negara seperti Indonesia.
Alumnus Universitas Indonesia (UI) itu menjelaskan, adanya perang dagang membuat minat negara-negara yang memiliki surplus perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) untuk berinvestasi pada US Treasury menjadi menurun. Kondisi ini ia yakini akan membuat adanya realokasi modal yang diarahkan pada cadangan devisa.
"Ini akan menjadi hal kunci untuk penguatan rupiah dan pemotongan bunga selanjutnya," ungkapnya.
Fakhrul meyakini apabila langkah tersebut berhasil, maka ruang penurunan suku bunga BI Rate bahkan bisa berlanjut hingga 4,50% akhir tahun ini. Ia pun menyebut nilai tukar (kurs) rupiah dapat bergerak menguat hingga Rp 15.500 per dolar AS pada akhir tahun ini.
Baca Juga
Sebelumnya BI memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,25% dalam rapat dewan gubernur (RDG) periode Juli 2025. Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo.
"Rapat dewan gubernur Bank Indonesia pada 15 dan 16 Juli 2025 memutuskan untuk menurunkan BI rate menjadi 5,25%," kata Perry secara daring, Rabu (16/7/2025).
Selain BI Rate, suku bunga Deposit Facility ikut diturunkan 25 bps menjadi 4,50%. Suku bunga Lending Facility juga diturunkan 25 bps menjadi 6,0%.
Menurut Perry, keputusan ini sejalan dengan perkiraan inflasi 2025 dan 2026 yang rendah serta terkendali dalam sasaran 2,5±1%. Selain itu, upaya mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
"Ke depan BI akan terus mencermati ruang penurunan BI Rate guna mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dinamika perekonomian global dan domestik," jelas Perry.
Adapun bank sentral terakhir memangkas suku bunga acuan menjadi 5,50% dalam RDG periode Mei 2025 lalu. Suku bunga BI sempat bertahan pada level 5,75% sejak bulan Januari hingga April 2025.

