OJK: Outstanding Pembiayaan P2P Lending Tumbuh 3,73% Jadi Rp 74,48 Triliun di Kuartal III 2024
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga kuartal ketiga 2024, outstanding pembiayaan dari perusahaan financial technology (fintech) peer to peer (p2p) lending mencapai Rp 74,48 triliun atau tumbuh 33,73% secara year on year (yoy).
”Pada industri fintech p2p lending, outstanding pembiayaan di September 2024 tumbuh 33,73% (yoy) dengan nominal sebesar Rp 74,48 triliun,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Oktober 2024, yang diadakan secara virtual, Jumat (1/11/2024).
Dalam beberapa tahun ke belakang, outstanding pembiayaan fintech p2p lending memang mengalami tren kenakan. Pada 2021 misalnya, outstanding pembiayaan p2p lending tercatat hanya Rp 29,88 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp 51,12 triliun pada 2022.
Baca Juga
Diproyeksikan Tumbuh 17,3%/Tahun, Fintech Syariah Global Capai US$ 306 Miliar 2027
Tren ini berlanjut hingga akhir 2023, di mana outstanding pembiayaan meningkat kembali menjadi Rp 59,64 triliun.
Sementara, hingga September 2024, lanjut Agusman, rasio kredit macet secara agregat atau TWP 90 masih berada di level yang terjaga. “TWP 90 dalam kondisi terjaga di posisi 2,38%,” kata dia.
Baca Juga
TWP 90 yang ditorehkan industri p2p lending mengalami perbaikan dibanding tahun lalu September 2023 yang berada di level 2,82%. Bahkan, jauh lebih baik ketimbang posisi Desember 2023 yang tercatat 2,93%.
Hal ini menjadi sinyal positif, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yang mencatatkan kenaikan. Pada 2021, TWP 90 fintech p2p lending tercatat 2,90%, naik ke level 2,78%, hingga tahun lalu berada di posisi 2,93%.

