BSI (BRIS) Optimistis Total Pembiayaan Tumbuh 13% di Akhir 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan pembiayaan hingga 13% di akhir 2024. Hal tersebut didorong dengan kinerja positif yang dicatatkannya hingga kuartal ketiga tahun ini.
“Pertumbuhan pembiayaan BSI kami proyeksikan masih sejalan dengan target pembiayaan, artinya target pembiayaan kita berada di level 12-13% sampai dengan akhir 2024,” ujar Direktur Manajemen Risiko BSI Grandhis Helmi Harumansyah, dalam paparan kinerja BSI kuartal ketiga 2024, Selasa (29/10/2024).
Menurutnya, untuk mencapai target tersebut BSI memiliki tiga strategi utama. Salah satunya akan fokus pada segmen dan sektor yang profitable dengan risiko yang terjaga, seperti di segmen konsumer, ritel, dan juga usaha kecil menengah (UKM), termasuk di dalamnya produk emas BSI yaitu gadai dan cicil emas.
“Produk cicil emas ini merupakan suatu unique selling BSI yang mempunyai kualitas yang baik, tentu dengan pemilihan nasabah-nasabah yang juga baik,” kata Grandhis.
Baca Juga
Meningkat 21,60%, Laba BSI (BRIS) Tembus Rp 5,11 Triliun di Kuartal III 2024
Strategi kedua untuk menumbuhkan pembiayaan, lanjut Grandhis, menyasar segmen wholesale yang dalam hal ini corporate commercial. Pihaknya akan memilih sektor-sektor yang secara inheren masih tumbuh dan akan terus memiliki prospek tumbuh.
“Strategi ketiga, kita menjaga tingkat persaingan yang cukup sehat dengan cara memberikan pricing yang kompetitif,” ucap Grandhis.
Ia bersyukur, struktur pendanaan dana pihak ketiga (DPK) BSI yang cukup baik dengan didominasi oleh dana murah atau current account saving account (CASA), akan membuat cost of fund BSI bersaing di pasar sehingga bisa mendorong kenaikan pembiayaan.
Baca Juga
BSI Lahirkan Bibit Wirausaha Muda Unggulan Aceh
Hingga kuartal III 2024 sendiri, total pembiayaan yang disalurkan BSI mencapai Rp 267,07 triliun atau tumbuh 15,28% secara year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut didorong oleh seluruh segmen pembiayaan yang juga positif bahkan tumbuh double digit seperti pembiayaan wholesale yang tumbuh 12,17%, pembiayaan ritel naik 30%, dan pembiayaan konsumer meningkat 16,27%.
“Pertumbuhan pembiayaan yang tumbuh positif juga diiringi dengan kualitas yang sehat, dengan NPF (non performing financing) gross sebesar 1,97% untuk September 2024,” ujar Grandhis.

