BSI Catat Total Pembiayaan BSI Griya Tembus Rp 68,98 Triliun per Desember 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah dinamika perekonomian, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) mencatatkan kinerja pembiayaan yang solid. Salah satunya tercermin dari total pembiayaan perumahan BSI Griya tembus Rp 69,98 triliun pe Desember 2025.
Direktur Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengungkapkan, kebutuhan rumah tapak masih memiliki ruang besar untuk pertumbuhan signifikan, khususnya untuk rumah pertama.
“Hal ini terlihat dari tren pembiayaan griya BSI yang mayoritas Gen Z pada kisaran harga rumah Rp 500 Juta hingga Rp 1 miliar,” ujarnya, dalam keterangan pers, belum lama ini.
Baca Juga
Ternyata Segini Tarif MRT Jakarta jika Tak Disubsidi Pemprov Jakarta
Segmen konsumer khususnya griya, lanjut Erwan, menjadi segmen yang terus dibidik karena perumahan menjadi salah satu sektor keburuhan dasar masyarakat dan juga mendorong pertumbuhan bisnis konsumer.
Rata-rata tren booking Rp 1 triliun per bulan yang didominasi pembelian rumah pertama Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar, take over, renovasi maupun kebutuhan lainnya. Mayoritas didominasi nasabah muda (Gen Y dan Gen Z) yakni sekitar 60% dari portofolio BSI Griya atau sekitar 200.000 anak muda.
“Ini berarti anak-anak muda sudah mulai memilih pembiayaan rumah sesuai syariah yang memang kompetitif dan bersaing,” kata Erwan.
Capaian ini didorong berbagai benefit pembiayaan BSI Griya, antara lain margin angsuran yang kompetitif dan pasti hingga lunas, proses mudah dan cepat, pikihan skema syariah yang transparan, bebas denda, bebas biaya provisi dan appraisal hingga Rp 5 miliar, biaya administrasi mulai Rp 0, serta fleksibilitas pembiayaan hingga jangka waktu 30 tahun.
“Seluruh manfaat tersebut membuat BSI Griya menjadi solusi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat dalam mewujudkan hunian impiannya,” ucap Erwan.
Baca Juga
Untuk memperluas jangkauan griya, saat ini BSI bekerja sama dengan lebih dari 2.700 pengembang yang bisa diakses masyarakat. Mulai dari pembelian rumah ready stock, indent, maupun rumah second.
“Tahun ini kami akan tetap melanjutkan penjualan rumah di kawasan-kawasan strategis, terutama Jabodetabek dan kota-kota potensial lainnya seperti kawasan industri yang menyerap banyak tenaga kerja,” ujar Erwan.

