Total Pembiayaan BSI (BRIS) Melesat 14,49% Jadi Rp 318,8 Triliun di 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sepanjang 2025, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) sukses mencatatkan kinerja apik. Salah satunya tercermin dari total penyaluran kredit yang melesat 14,49%, dari Rp 278,48 triliun pada 2024 menjadi Rp 318,84 triliun di tahun lalu.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, pihaknya berbangga mampu mencatatkan pertumbuhan yang solid bahkan mengungguli rata-rata pertumbuhan industri. Capaian ini akan terus dipertahankan ke depan demi mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kalau kita lihat, dari Rp 318 triliun pembiayaan kita di 2025, Rp 285 triliun itu pembiayaan yang terkait dengan konsumer, ASN, BUMN, pegawai BUMN, TNI Polri, UMKM, rumah sakit, dan pendidikan. Hanya 10% sisanya yang di luar atau di korporasi selain BUMN,” ujarnya, dalam Konferensi Pers Kinerja Tahun 2025 BSI secara daring, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga
Tumbuh 8%, BSI (BRIS) Cetak Laba Bersih Rp 7,57 Triliun di 2025
Naiknya pembiayaan tersebut, lanjut Anggoro, dibarengi dengan rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) gross yang terjaga di angka 1,81% pada 2025 dan NPF nett yaitu 0,47%.
”Kualitas pembiayaan atau NPF gross terjaga di 1,81%,” katanya.
Sejalan dengan itu, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun BSI hingga penghujung 2025 mencapai Rp 380,49 triliun, meningkat 16,20% dibanding tahun 2024 yaitu Rp 327,45 triliun. Dana murah atau current account and saving account (CASA) masih menjadi kontributor utama dengan pangsa 61,62% atau sebesar Rp 234,46 triliun dari total DPK.
“Tabungan Rp 163 triliun, tumbuh 15,7%. Salah satu yang menjadi penopang tabungan kita adalah tabungan haji, di mana saat ini Rp 15,9 triliun tabungan haji atau tumbuh 10,03% setiap tahun. Ini menjadi engine kami yang akan membantu untuk menurunkan cost of fund,” ucap Anggoro.
Pertumbuhan positif tersebut turut mengerek naik perolehan laba perusahaan. Sepanjang 2025, bank berkode saham BRIS ini mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 8,02%, dari Rp 7 triliun pada 2024 menjadi Rp 7,57 triliun di tahun lalu,
“Tentu saja ini semua merupakan hasil dari channel-channel digital dan juga channel-channel di cabang. Kalau kita lihat pertumbuhan BYOND user-nya 5,9 juta atau tumbuh 197%, ATM kita saat ini sebanyak 6.000 atau tumbuh 11%, EDC, QRIS, BEWIZE BSI tumbuh baik di tahun lalu,” ucap Anggoro.
Baca Juga
BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
Sementara, total aset BSI mencapai Rp 456,19 triliun pada 2025, atau tumbuh 11,64% dibanding tahun 2024 yaitu Rp 408,61 triliun.
Dari sisi rasio keuangan, rasio pinjaman terhadap simpanan atau financing to deposit ratio (FDR) berada di level 83,74%, cost of financing 0,84%, beban operasional terhadap pembiayaan operasional (BO/PO) 71,57%, return on asset (ROA) 2,38%, serta return on equity (ROE) 16,85% pada 2025.

