AAUI Beberkan Alasan 5 Perusahaan Asuransi “Cabut” dari Bisnis Asuransi Kesehatan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan mengungkapkan, sekitar lima perusahaan asuransi umum telah menghentikan penjualan produk asuransi kesehatan. Hal tersebut dipicu oleh tekanan bisnis yang menyebabkan kerugian secara berkelanjutan.
“Jumlahnya kita lagi inventarisasi, mungkin bisa ada lima (perusahaan),” ujarnya, usai Konferensi Pers AAUI Triwulan IV 2025, belum lama ini.
Menurut Budi, ketidakseimbangan antara premi yang diterima dan klaim yang dibayarkan membuat sejumlah perusahaan asuransi terpaksa menghentikan pemasaran produk asuransi kesehatan.
“Sudah tidak nutup lagi, rugi terus. Karena biaya premi sama klaimnya tidak sebanding, walaupun (harga premi) sudah dinaikkan,” katanya.
Baca Juga
AAUI Beberkan Penyebab Premi Asuransi Kesehatan Turun Drastis 20,9% di 2025
Kenaikan premi yang dilakukan sejumlah perusahaan asuransi, lanjut Budi, tidak mampu mengimbangi lonjakan klaim kesehatan, khususnya bagi perusahaan dengan skala usaha yang kecil. Kondisi itu membuat rasio klaim terus memburuk dan menekan kesehatan perusahaan.
Selain meningkatnya rasio klaim, persaingan di industri juga menjadi faktor yang mempercepat penghentian penjualan. Perusahaan yang ‘cabut’ dari bisnis asuransi kesehatan, secara umum kalah saing dibandingkan pemain besar lainnya.
Hingga akhir Desember 2025, kinerja asuransi kesehatan menunjukkan tekanan. Hal ini tercermin dari pendapatan preminya yang minus 20,9%, dari Rp 11,82 triliun pada 2024 menjadi Rp 9,35 triliun.
Sementara dari sisi klaim, industri asuransi umum mencatat klaim kesehatan sebesar Rp 6,29 triliun di tahun lalu atau menurun 8,9% dibanding tahun 2024 yaitu Rp 6,88 triliun.

