Bagikan

Premi Industri Asuransi Tumbuh 0,74% Jadi Rp 88,36 Triliun di Kuartal I 2026

Poin Penting

Otoritas Jasa Keuangan mencatat pendapatan premi asuransi komersial mencapai Rp88,36 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 0,74% (yoy), menunjukkan pertumbuhan yang masih terbatas.
Premi asuransi jiwa sedikit terkontraksi 0,14% menjadi Rp47,12 triliun, sementara asuransi umum dan reasuransi tumbuh 1,77% menjadi Rp41,24 triliun.
Tingkat solvabilitas (RBC) tetap jauh di atas ambang batas 120% masing-masing 474,26% (jiwa) dan 316,32% (umum). Total aset asuransi komersial juga naik 5,64% menjadi Rp977,53 triliun, menandakan fundamental industri masih solid.

JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total pendapatan premi asuransi komersial yang terdiri dari asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi tumbuh 0,74% secara year on year (yoy) menjadi Rp 88,36 triliun pada kuartal I 2026.

“Kinerja asuransi komersial berupa akumulasi pendapatan premi pada periode Maret 2026 mencapai Rp 88,36 triliun atau tumbuh 0,74% (yoy),” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK April 2026, secara daring, Selasa (5/5/2026).

Ia merinci, premi asuransi jiwa terkontraksi 0,14%, dari Rp 47,19 triliun pada kuartal I 2025 menjadi Rp 47,12 triliun di periode yang sama tahun ini.

“Serta premi asuransi tumbuh 1,77% (yoy) dengan nilai sebesar Rp 41,24 triliun,” kata Ogi.

Baca Juga

Perkuat Integritas Pialang Asuransi, OJK Rilis Surat Tanda Terdaftar Berbasis QR Code

Meski begitu, lanjut dia, kondisi permodalan industri asuransi masih terjaga di posisi yang solid. Tercermin dari risk based capital (RBC) asuransi jiwa yang berada di level 474,26%, serta RBC asuransi umum dan reasuransi yang berada di angka 316,32%.

“Masih di atas threshold sebesar 120%,” ucap Ogi.

Dari sisi total aset, asuransi komersial mencatatkan nilai aset Rp 977,53 triliun pada Maret 2026, meningkat 5,64% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 925,37 triliun.

Baca Juga

Keberangkatan Haji Pada April 2026 Berpotensi Dorong Kinerja Asuransi Perjalanan

Kinerja Asuransi Non Komersial

Sementara, untuk asuransi non komersial yang terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan; serta Program Asuransi di ASN, TNI, dan Polri, terkait program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), mencatatkan total aset Rp 218,23 triliun per Maret 2026.

“Atau terkontraksi sebesar 0,92% (yoy),” ujar Ogi.

Jika dirinci, nilai premi asuransi non komersial mencapai Rp 49,25 triliun pada Maret 2026, tumbuh 6,51% (yoy). Sementara total klaimnya sebesar Rp 52,45 triliun pada Maret 2026, meningkat 5,56% (yoy).

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024