ESDM Susun Roadmap Pensiun Dini PLTU, Selesai September 2024
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini sedang menyusun roadmap (peta jalan) untuk pemensiunan dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi emisi karbon dan mewujudkan net zero emission (NZE) 2060.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengungkapkan, roadmap tersebut ditargetkan selesai pada September 2024.
“September, sebulan dari sekarang. Marves (Kementerian Kemaritiman dan Investasi) meminta saya dua minggu (sudah jadi), tapi saya minta harus ada Jamdatun (Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara),” kata Eniya saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (22/8/2024).
Baca Juga
Mau Pensiunkan Dini PLTU, Pemerintah Pertimbangkan Keekonomian dan Pasokan Listrik
Pemensiunan dini PLTU ini berpedoman pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Adapun pembuatan roadmap tersebut dibutuhkan untuk menentukan PLTU mana yang akan dipensiunkan sebelum dan setelah 2030.
Kementerian ESDM sebetulnya telah mengumumkan bahwa sebanyak 13 PLTU direncanakan akan dipensiunkan sebelum 2030. Jumlah 13 PLTU tersebut diperoleh dari hasil analisis terkait berapa banyak PLTU yang dapat dipensiundinikan untuk mendukung NZE 2060.
“PLTU itu saya harus bikin roadmap. Karena kriterianya sudah ada di Perpes 112. Harus memenuhi emisi sekian. Kalau emisinya polluted banget gitu, memenuhi (syarat) untuk di-retirement-kan,” jelas Eniya.
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Rilis Inovasi untuk Efisiensi Pembangkit Panas Bumi
Disebutkan oleh Eniya, sejumlah PLTU yang sudah tua memang harus dipensiunkan, seperti misalnya PLTU Paiton dan Suralaya. Namun, dengan dibuatnya roadmap, maka akan ditata lagi untuk mengetahui kadar emisinya dan mana saja PLTU yang harus lebih dulu dipensiunkan.
Menurutnya, mempensiunkan PLTU-PLTU ini bukanlah hal yang mudah. Sebab, pemerintah juga harus menyiapkan solusi, yakni sumber energi yang lain agar kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi.
“Meng-retirement-kan PLTU itu tidak gampang. Satu, saya harus juga mempersiapkan penggantinya apa. Di proses JETP itu penggantinya sudah saya bilang gas sama renewable. Renewable-nya pun geothermal, hydro, PV (fotovoltaik), dan wind. Jadi ada beberapa skenario,” bebernya.

