Harga Avtur RI Meroket, Bahlil Klaim Masih Lebih Murah Ketimbang Negara Tetangga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi tanggapan soal naiknya harga avtur Indonesia imbas konflik geopolitik di Timur Tengah. Menurutnya, kenaikan harga tersebut masih kompetitif.
PT Pertamina (Persero) sebagai penyedia avtur penerbangan nasional merilis harga terbaru yang berlaku untuk periode April 2026. Untuk domestik, harga avtur naik rata-rata 70% dibandingkan dengan harga Maret 2026, sedangkan untuk internasional naik 80%.
Baca Juga
Harga Avtur Naik 70%, INACA Desak Tarif Tiket Pesawat Disesuaikan
Sebagai contoh, untuk Bandara Soekarno-Hatta (CGK), harga avtur domestik Maret 2026 adalah Rp 13.656,51 per liter, sedangkan pada periode April 2026 melonjak menjadi Rp 23.551,08 per liter. Dengan demikian, terdapat lonjakan hingga Rp 9.894,57 per liter atau sekitar 72,45% month-to-month (mtm).
"Memang ada kenaikan dari Pertamina, tetapi kenaikan itu dibandingkan dengan harga avtur di negara lain, khususnya tetangga, itu kita masih jauh lebih kompetitif," kata Bahlil saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Harga avtur internasional tercatat melonjak tajam sebesar 80,32% dari US$ 0,742 menjadi US$ 1,338 per liter. Jika dibandingkan 2019 saat tarif batas atas (TBA) pertama kali diterapkan, harga yang kala itu hanya US$ 0,6 per liter kini telah membengkak hingga 223%.
Baca Juga
Harga Avtur Naik Lebih dari 70%, Maskapai AirAsia (CMPP) Kaji Penyesuaian Operasional
Bahlil menjelaskan, kenaikan harga avtur saat ini sejatinya mengikuti harga pasar. Mengingat konflik di Timur Tengah yang menyebabkan Selat Hormuz ditutup dan melonjaknya harga minyak global, maka kenaikan harga avtur ini dinilai sebagai sesuatu yang sulit dihindarkan.
"Harga avtur memang ini kan adalah harga pasar, dan otomatis karena ini juga melayani pengisian avtur global, pesawat-pesawat dari luar negeri yang masuk, maka mekanisme yang terjadi adalah mekanisme pasar," ucap mantan Menteri Investasi tersebut.

