Menko Airlangga: Pertamina Akan Terapkan B50 Mulai 1 Juli 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Pertamina siap menerapkan penggunaan B50 mulai 1 Juli 2026. Rencana ini sebagai bagian dari 8 Transformasi Budaya Kerja Nasional yang diumumkan pemerintah.
“Sebagai bagian dari upaya kemandirian energi dan efisiensi energi, pemerintah menerapkan kebijakan B50. Ini mulai berlaku 1 Juli 2026,” kata Airlangga, saat konferensi pers secara daring, Selasa (31/3/2026).
Airlangga mengatakan Pertamina telah siap untuk mengimplementasikan blending. Kebijakan ini disebut berpotensi mengurangi penggunaan BBM berbasis fosil sebanyak 4 juta kiloliter.
“Tentu ini dalam enam bulan ada penghematan dari fosil dan juga ada penghematan subsidi dari biodiesel yang diperkirakan nilai Rp 48 triliun,” ucap dia.
Baca Juga
Lonjakan Harga Minyak Jadi Momentum Percepat Implementasi B50
Airlangga menjelaskan untuk memastikan distribusi, pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian BBM dengan penggunaan barcode MyPertamina. Rencananya pembelian BBM dibatasi hingga 50 liter per kendaraan.
“Ini tidak berlaku bagi kendaraan umum untuk orang dan barang,” ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih bijak dalam mengkonsumsi bahan bakar minyak (BBM), utamanya di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu seperti sekarang.
Bahlil tidak memungkiri, ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah telah membuat sejumlah negara mengambil langkah antisipatif dalam menghemat penggunaan energi, utamanya BBM. Sebab, gejolak di Timur Tengah tersebut menyebabkan ditutupnya Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.
“Saya mengajak kepada semua masyarakat bahwa dalam kondisi seperti ini tidak bisa pemerintah bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan kerja sama dari masyarakat. Caranya seperti apa? Kita harus melakukan pembelian BBM dengan wajar dan bijak,” kata Bahlil dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).
Baca Juga
Program B50 Dikebut, GAPKI Pastikan Pasokan Minyak Goreng Tetap Aman
Bahlil mengatakan bahwa dirinya yang merupakan mantan sopir angkot paham betul berapa konsumsi BBM yang diperlukan untuk sebuah mobil dalam sehari. Menurutnya, konsumsi BBM 50 liter sudah lebih dari cukup untuk sebuah mobil dalam sehari.
“Dalam pandangan kami sebagai mantan sopir angkot, wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter, itu tangki sudah penuh satu hari. Jadi kita akan mendorong ke sana (langkah penghematan energi). Yang tidak terlalu penting-penting, kami mohon agar kita juga bisa lakukan dengan bijak,” tegas Bahlil.

