Program B50 Dikebut, GAPKI Pastikan Pasokan Minyak Goreng Tetap Aman
JAKARTA, investortrust.id – Implementasi mandatori biodiesel B50 dinilai tidak akan mengganggu pasokan minyak goreng dalam negeri. Pasokan minyak sawit Indonesia dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan energi maupun pangan.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengatakan bahwa produksi sawit nasional masih jauh di atas kebutuhan domestik. Karena itu, percepatan program biodiesel B50 dinilai tidak berisiko memicu kelangkaan minyak goreng.
“Kalau terjadi kelangkaan harusnya tidak. Karena ekspor kita 32 juta ton, sementara kebutuhan pangan hanya sekitar 9 juta ton,” kata Eddy kepada awak media di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga
Biodiesel Sawit Hemat Devisa Rp 720 Triliun, Konsumsi Naik 1.100%
Menurut dia, peningkatan kebutuhan domestik masih dapat diantisipasi dengan menyesuaikan porsi ekspor. Langkah tersebut dinilai cukup untuk menjaga pasokan minyak sawit di dalam negeri.
“Kalau misalnya terjadi kenaikan pun masih sekitar 10 juta ton. Itu masih bisa diambil dari pengurangan ekspor,” ujarnya.
Eddy menjelaskan kebutuhan minyak sawit untuk program biodiesel saat ini sekitar 16 juta ton per tahun. Implementasi B50 diperkirakan akan menambah kebutuhan sekitar 1,5 juta ton.
Baca Juga
Emiten Prajogo Pangestu Terpuruk Ytd, PTRO Ambles 58% dan BREN Pemberat IHSG
Meski demikian, ia mengingatkan kebijakan biodiesel perlu mempertimbangkan keseimbangan pasokan, terutama antara kebutuhan energi domestik dan ekspor. “Kalau kita nanti tidak mencukupi, yang akan dikorbankan pasti ekspor. Sedangkan pembiayaan biodiesel itu berasal dari pungutan ekspor,” kata Eddy.
Oleh karena itu, GAPKI menilai implementasi B50 perlu dihitung secara cermat. Pemerintah diminta menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi, pangan, dan ekspor sawit.
Baca Juga
Gapki Soroti Stagnannya Program Peremajaan Sawit Rakyat dan Hambat Kenaikan Produksi
Sebelumnya, pemerintah tengah mengkaji berbagai langkah efisiensi energi di tengah lonjakan harga minyak dunia yang dipicu ketegangan geopolitik global. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah percepatan program bahan bakar nabati (BBN).
Pemerintah berencana meningkatkan campuran biodiesel menuju B50, yakni pencampuran bahan bakar diesel dengan 50% biodiesel berbasis minyak sawit. Selain itu, pemerintah juga mendorong penerapan E20.

