Kementan Ungkap Kunci Swasembada Pangan dan Lonjakan Produksi Beras Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pertanian menegaskan kunci keberhasilan swasembada pangan 2025–2026 terletak pada perombakan sistem irigasi dan percepatan mekanisasi pertanian. Perombahan massif mulai dilakukan setelah diterbitkan Instruksi Presiden (Inpres) untuk mempercepat revitalisasi irigasi di seluruh Indonesia.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan, selama ini, pembangunan irigasi kerap terhambat sekat kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Akibatnya, bendungan yang dibangun tidak optimal mengalirkan air ke sawah akibat saluran sekunder dan tersier di daerah tidak diperbaiki.
Baca Juga
Kementan Perluas Cetak Sawah di Papua, Ditargetkan hingga 10.000 Ha per Kabupaten
“Sekarang semua diubah. Pusat boleh mengerjakan semua. Jika pemerintah daerah enggan atau tidak mampu, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran besar, tahun 2025 saja ada Rp 12 triliun untuk revitalisasi irigasi. Program serupa akan berlanjut di 2026 dan 2027,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Selain irigasi, Kementan juga mendorong peningkatan indeks pertanaman melalui mekanisasi. Penggunaan mesin modern dinilai mampu mempercepat proses tanam dan panen dibandingkan metode manual.
“Strateginya bukan hanya luas lahan, tapi seberapa sering penanaman dalam setahun. Dengan mesin, kita kejar target tujuh kali panen dalam dua tahun. Kalau dulu setahun hanya dua kali, sekarang bisa lebih. Itulah mengapa produksi kita naik 13% di 2025 dan kita sudah tidak impor beras lagi,” jelasnya.
Baca Juga
Kementan Genjot Mekanisasi dan Cetak Sawah 4 Juta Hektare Demi Swasembada Pangan
Sudaryono juga meluruskan informasi terkait rencana impor 1.000 ton beras dari Amerika Serikat. Ia menegaskan beras tersebut merupakan beras khusus yang belum tentu direalisasikan dan hanya dilakukan, jika ada kebutuhan spesifik.
Sebaliknya, Indonesia kini telah bergeser menjadi negara eksportir beras, seiring surplus produksi. Bahkan, pemerintah telah mengekspor 2.000 ton beras ke Arab Saudi, dengan proyeksi total mencapai 20.000 ton untuk memenuhi kebutuhan pangan jemaah haji dan umrah.
Baca Juga
Indonesia Swasembada Beras 2025: Produksi Lampaui Kebutuhan Hingga 34,69 Juta Ton
“Langkah ini bagian dari strategi merebut pasar pangan internasional, khususnya Timur Tengah. Selain Arab Saudi, kami menjajaki ekspor ke Papua Nugini dan Malaysia,” ujar Sudaryono.
Dia menegaskan, fokus pemerintah saat ini adalah memperkuat produksi dalam negeri dan memperluas pasar ekspor di tengah surplus stok beras nasional.

