Ambisi Besar Kementan Menuju Swasembada Pangan dan Ekspor Beras, Ini Strateginya
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Indonesia tidak hanya mencapai swasembada beras, tetapi juga menjadi lumbung pangan dunia dalam beberapa tahun ke depan. Dengan strategi yang jelas dan ambisius, Kementan optimistis negara ini mampu mengurangi impor, meningkatkan produksi, dan menjadi pemain utama dalam pasar ekspor beras global.
Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Lahan Marginal, Anny Mulyani, memaparkan peta jalan atau roadmap untuk menuju swasembada telah disusun matang pihaknya.
“Kami telah memetakan program-program strategis, seperti pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, dan cetak sawah, yang diharapkan bisa menambah produksi beras hingga jutaan ton per tahun,” ujar Anny dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/10/2024).
Baca Juga
Dukung Swasembada Pangan dan Energi, Wamentan Bahas B50 dan Bioetanol
Dalam peta jalan tersebut, Kementan menargetkan produksi beras meningkat secara signifikan mulai 2025. Dengan program seperti pompanisasi 1 juta hektare, optimasi lahan rawa, dan cetak sawah 1 juta hektare, Indonesia diharapkan mampu menambah produksi hingga 2,5 juta ton.
“Pada 2026, kami berencana melanjutkan cetak sawah dan perbaikan irigasi di 1 juta hektare, serta mengurangi ketergantungan pada impor. Target kami, produksi beras melonjak hingga 5 juta ton,” terang Anny.
Langkah besar lainnya diambil pada 2027, dengan target peningkatan produksi beras sebesar 10 juta ton, melalui cetak sawah dan perbaikan irigasi di area yang sama. Pada tahun ini, Indonesia diharapkan telah mencapai swasembada penuh.
Tak berhenti di situ, tahun 2028 menjadi titik krusial di mana Indonesia mulai mengekspor beras, dengan target peningkatan produksi hingga 10 juta ton. Puncaknya, pada 2029, Kementan mencanangkan produksi mencapai 12,5 juta ton, dengan program cetak sawah, ekspor beras, dan bantuan beras untuk kebutuhan kemanusiaan.
Baca Juga
Bertemu Mentan Liberia, Amran Pamer Program Swasembada Pangan
“Peta jalan ini menggarisbawahi transformasi besar Indonesia: dari swasembada di 2027 hingga menjadi lumbung pangan dunia pada 2029. Dengan dukungan semua pihak, kita bisa mewujudkan hal ini,” papar Anny.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman juga sempat mengatakan bahwa program cetak sawah perlu dilakukan untuk mempercepat swasembada sekaligus membuat Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Sebagaimana diketahui, saat ini, pemerintah tengah berfokus pada lahan intensifikasi sawah eksisting seluas 40 ribu hektare di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

