Emas Tertahan di US$ 5.000, Investor Cermati Konflik Timur Tengah
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas dunia bergerak stabil pada Selasa (17/3/2026) seiring pelaku pasar mencermati eskalasi konflik di Timur Tengah dan menanti keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed). Kondisi ini menahan pergerakan logam mulia di tengah tarik-menarik antara permintaan aset aman dan tekanan dari ekspektasi kebijakan moneter.
Harga emas berjangka AS untuk kontrak April nyaris tidak berubah di level US$ 5.000,61 per ons pada pukul 16.03 waktu setempat, lalu menguat tipis 0,07% menjadi US$ 5.005,90 per ons.
Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai pasar emas saat ini mencerminkan tindakan penyeimbangan antara meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketidakpastian geopolitik dan tekanan bearish dari inflasi.
Baca Juga
Saham Merdeka Gold (EMAS) Bersinar di Tengah Kejatuhan IHSG, Naik 10% dalam Sejam Transaksi
“Saya pikir emas mungkin akan mencapai rekor tertinggi baru, tetapi saya menduga itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Saya pikir para pelaku pasar bullish telah kehabisan tenaga,” kata dia dikutip CNBC.
Emas batangan selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai saat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik meningkat. Namun, daya tariknya cenderung menurun ketika suku bunga tinggi, karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga, seperti instrumen keuangan lainnya.
Konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang telah memasuki minggu ketiga memperburuk ketidakpastian global. Ketegangan tersebut mengganggu perdagangan energi dan memicu kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi global.
Israel pada Selasa mengklaim telah menewaskan kepala keamanan Iran. Di sisi lain, seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa pemimpin tertinggi baru menolak tawaran de-eskalasi dari pihak mediator dan menuntut agar Israel serta Amerika Serikat terlebih dahulu “bertekuk lutut.”
Seiring meningkatnya ketegangan, harga minyak internasional turut menguat lebih 1% pada hari yang sama, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Pelaku pasar kini menunggu keputusan suku bunga dari Federal Reserve yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (18/3/2026). Mayoritas investor memperkirakan bank sentral tersebut akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Tertekan Inflasi Energi dan Suku Bunga Global
Dalam catatan risetnya, Commerzbank menyampaikan bahwa pertemuan The Fed kemungkinan tidak menjadi katalis positif bagi emas. Ketidakpastian terkait durasi konflik dan potensi gangguan pasokan minyak dinilai akan membuat bank sentral tetap berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan.
Sementara itu, pergerakan logam mulia lainnya cenderung bervariasi. Harga perak turun 1,97% menjadi US$ 79,17 per ons setelah sempat melemah hingga 3% di awal sesi. Di sisi lain, platinum naik 0,48% ke level US$ 2.124,30 per ons, sedangkan palladium menguat 0,41% menjadi US$ 1.605,12 per ons.

