Saham Merdeka Gold (EMAS) Bersinar di Tengah Kejatuhan IHSG, Naik 10% dalam Sejam Transaksi
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) justru mencatatkan penguatan saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terjun bebas pada awal perdagangan. Dalam sejam transaksi, saham EMAS melonjak Rp 800 atau 10,39% menjadi Rp 8.500. Kenaikan ini terjadi ketika IHSG melemah 210 poin atau 2,94% ke level 6.926.
Selain EMAS, saham emiten produsen emas lainnya yang mencatatkan penguatan adalah PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang naik Rp40 atau 2,18% menjadi Rp1.640. Sementara itu, saham sektor emas lainnya seperti BRMS, INDY, MDKA, dan PSAB justru mencatatkan penurunan.
Baca Juga
Tambang Pani Mulai Beroperasi, Merdeka Gold (EMAS) Targetkan Produksi 115.000 Ons
Penguatan saham EMAS berbanding terbalik dengan pergerakan IHSG yang turun di bawah level psikologis 7.000. Tekanan terhadap indeks datang dari saham-saham berkapitalisasi besar seperti DSSA, GGRM, BYAN, BREN, ITMG, TKIM, AADI, CBDK, PANI, dan MORA.
Di tengah pergerakan pasar tersebut, Merdeka Gold tengah memasuki fase penting menuju produksi emas komersial melalui proyek tambang emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Untuk 2026, perseroan menargetkan produksi emas sebesar 100.000 hingga 115.000 ons.
“Dimulainya produksi emas di Pani menandai transisi penting bagi perseroan dari tahap pembangunan menuju produksi komersial yang lebih stabil dan terukur. Fokus kami saat ini adalah memastikan proses ramp-up berjalan dengan baik sehingga tambang emas Pani dapat mencapai tingkat produksi optimal,” ujar Presiden Direktur EMAS Boyke Poerbaya Abidin di Jakarta belum lama ini.
Baca Juga
Usai Cetak Rekor Baru, Saham Merdeka Gold (EMAS) kini Menuju Resistance Rp 9.375
Selama periode pelaporan, Merdeka Gold berfokus menyelesaikan pembangunan fasilitas utama pengolahan serta infrastruktur tambang pada proyek Tambang Emas Pani yang menjadi proyek emas utama perusahaan. Seiring rampungnya sejumlah fasilitas tersebut, tambang ini memulai produksi emas perdana pada Februari 2026.
Pada tahap awal produksi, EMAS juga menandatangani gold sales and purchase agreement dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), perusahaan tambang milik negara yang memproduksi dan memasarkan logam mulia.
Boyke menyampaikan bahwa pada Kamis (27/2/2026) perusahaan telah merealisasikan pengiriman emas perdana kepada ANTM. “Dengan transaksi tersebut, EMAS diperkirakan akan mencatatkan penjualan emas pertamanya pada kuartal pertama 2026,” kata Boyke.

