Harga Emas Turun Seiring Meredanya Konflik Timur Tengah, Investor Fokus Pelantikan Trump
SINGAPURA, investortrust.id - Harga emas turun pada awal perdagangan di Asia pada hari ini Senin (20/1/2025) karena meredanya konflik di Timur Tengah yang meredam permintaan aset safe haven. Di sisi lain, investor menunggu pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS dan kejelasan kebijakan pemerintahan mendatang.
Harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi US$ 2.690,81 per ons pada pukul 01.40 GMT dan harga emas berjangka AS turun 0,5% menjadi US$ 2.734,90.
Baca Juga
Hamas membebaskan tiga sandera Israel, sedangkan Israel membebaskan 90 tahanan Palestina pada Minggu (19/1/2025), hari pertama gencatan senjata yang menghentikan perang 15 bulan sehingga menghancurkan Jalur Gaza.
Pelaku pasar menantikan pelantikan Donald Trump hari ini dan tarif perdagangan yang diperkirakan akan semakin memicu inflasi dan perang dagang, sehingga berpotensi meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven. Emas digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi suku bunga lebih tinggi mengurangi daya tarik.
Baca Juga
Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Emas Antam Dekati Rp 1,6 Juta Per Gram
Arah suku bunga AS di masa mendatang akan bergantung pada seberapa agresif pemerintahan baru menindaklanjuti janji kebijakan Trump. Federal Reserve AS (The Fed) kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tetap pada 29 Januari dan melanjutkan pemangkasan pada Maret, menurut mayoritas ekonom yang disurvei Reuters.
Sementara stok emas di gudang-gudang yang disetujui COMEX melonjak sepertiga dalam 6 minggu terakhir karena pelaku pasar mencari pengiriman untuk melindungi diri dari kemungkinan tarif impor dari Trump.
Adapun harga perak di pasar spot turun 0,7% menjadi US$ 30,13 per ons, paladium turun 0,3% menjadi US$ 944,25, dan platinum turun 0,2% menjadi US$ 940,05.

