Elnusa (ELSA) Dorong Swasembada Energi Lewat Teknologi Migas Non-Konvensional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Elnusa Tbk (ELSA), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai subholding upstream Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda swasembada energi nasional melalui penguatan layanan jasa hulu migas, pengembangan teknologi eksplorasi non-konvensional, serta keterlibatan aktif di sektor energi baru dan terbarukan (EBT).
Direktur Utama Elnusa Litta Indriya Ariesca mengatakan bahwa swasembada energi dalam konteks industri migas tidak hanya berarti mempertahankan produksi dari lapangan konvensional yang kian menua, tetapi juga mengoptimalkan potensi sumber daya baru yang selama ini belum tergarap.
“Saat ini infrastruktur energi kita masih sangat bertumpu pada migas konvensional. Padahal potensi minyak dan gas non-konvensional (MNK) masih besar, hanya memang berada jauh di bawah permukaan dengan tingkat kesulitan dan biaya lebih tinggi,” ujar Litta dalam wawancara bersama Investortrust di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Menurut Litta, pemerintah telah mendorong percepatan eksplorasi migas, termasuk melalui pemanfaatan teknologi tinggi untuk mengakses cadangan non-konvensional yang tersimpan dalam formasi batuan keras.
Baca Juga
Kinerja Elnusa (ELSA) 2025 Positif, Ekspansi dan Inovasi Teknologi Jadi Motor Pertumbuhan
“Potensinya masih besar, tetapi tidak murah dan tidak mudah. Perlu kesiapan teknologi, pendanaan, serta perencanaan yang matang,” jelas dia.
Litta menerangkan, sebagian besar lapangan migas yang saat ini berproduksi telah memasuki fase mature field. Kondisi ini membuat upaya mempertahankan produksi nasional tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode konvensional.
“Lapangan-lapangan kita sudah tua. Sementara cadangan non-konvensional masih sangat panjang ke depannya, hanya memang membutuhkan pendekatan teknologi yang berbeda,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) guna menekan ketergantungan impor minyak mentah (crude oil) maupun bahan bakar minyak (BBM).
Sebagai perusahaan jasa energi terintegrasi, Elnusa memposisikan diri sebagai enabler utama bagi target produksi nasional, baik di sektor konvensional maupun non-konvensional.
“Dari seismik, pengeboran, pengelolaan data subsurface hingga operasional produksi, seluruh rantai services itu merupakan kompetensi Elnusa. Itu bisa diaplikasikan baik untuk migas konvensional maupun unconventional,” ungkap Litta.
Selain di sektor migas, Elnusa juga mulai memperluas kontribusi ke energi terbarukan. Perseroan telah bekerja sama dengan Pertamina Geothermal Energy (PGE) dalam pengumpulan dan pengolahan data eksplorasi panas bumi di sejumlah wilayah. “Jika dari sisi data dan kelayakan proyeknya positif, ke depan akan kami kembangkan lebih luas bersama PGE,” ujarnya.
Baca Juga
Elnusa (ELSA) Andalkan Teknologi dan Efisiensi Hadapi Volatilitas Harga Minyak dan Transisi Energi
Untuk memperkuat kapabilitas teknologi, Elnusa turut menggandeng riset teknologi dan inovasi Pertamina serta unit upstream technology dalam pengembangan dan implementasi solusi teknis terbaru.
“Kami tidak hanya mengimplementasikan teknologi, tapi juga mengembangkan dari kompetensi yang sudah kami miliki agar semakin relevan dengan kebutuhan industri ke depan,” pungkas Litta.

