Kinerja Elnusa (ELSA) 2025 Positif, Ekspansi dan Inovasi Teknologi Jadi Motor Pertumbuhan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Elnusa Tbk (ELSA), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai subholding upstream Pertamina (Persero) pada 2025 mencatatkan kinerja positif atau melampaui target yang dicanangkan awal tahun, ditopang peningkatan efisiensi operasional, ekspansi proyek internasional, serta implementasi inovasi teknologi di sektor hulu migas.
Direktur Utama Elnusa, Litta Indriya Ariesca, menegaskan capaian keselamatan kerja hingga optimalisasi lini bisnis menjadi fondasi penting untuk pertumbuhan 2026.
“Di industri migas, pencapaian paling utama adalah zero fatality, dan sepanjang 2025 kami berhasil mempertahankannya. Selain itu, efisiensi meningkat dan revenue per employee juga naik,” ujar Litta dalam wawancara bersama Investortrust di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Dari sisi ekspansi, Elnusa mulai memperkuat jejak internasional dengan menyelesaikan pekerjaan seismik di Thailand serta proyek suplai pipa di Aljazair untuk Pertamina International Algeria. Sementara di dalam negeri, perseroan juga mencatat percepatan proyek engineering, procurement, and construction (EPC) booster pump untuk Pertamina Hulu Rokan yang rampung lebih cepat 4 bulan dari jadwal.
Tak hanya itu, Elnusa mengakselerasi penerapan berbagai inovasi teknologi, seperti casing while drilling, inline inspection, wireline logging, serta solusi teknis lainnya guna meningkatkan produktivitas operasi migas.
Baca Juga
“Kami juga mencatatkan peningkatan throughput downstream sebesar 23%. Secara keseluruhan, kinerja 2025 melampaui target yang dicanangkan di awal tahun,” beber Litta.
Meski peluang proyek di sektor upstream masih mendominasi, kata dia, sejumlah penundaan akibat faktor eksternal membuat kontribusi downstream justru menjadi penopang utama pertumbuhan sepanjang 2025.
“Beberapa proyek hulu memang mengalami delay. Sementara permintaan downstream, khususnya fleet dan logistik, meningkat signifikan, terutama di luar Jawa. Itu sudah terjadi 2-3 tahun terakhir,” jelas Litta.
Kondisi tersebut mendorong pertumbuhan bisnis hilir Elnusa melampaui target, sementara proyek upstream tetap menjadi sumber peluang jangka panjang.
Hadapi 2026
Menghadapi 2026, Elnusa menyiapkan arah strategis yang fokus pada responsivitas kebutuhan klien serta optimalisasi teknologi untuk mendukung target lifting nasional.
Baca Juga
Kinerja Operasional Dorong Saham Elnusa (ELSA) Capai Level Tertinggi
Menurut dia, sepanjang 2025, tim Elnusa banyak melakukan modifikasi aset dan material di lapangan guna mempercepat proses pengeboran dan operasional. Pendekatan adaptif ini terbukti membantu klien, khususnya PT Pertamina Hulu Energi (PHE), dalam mengejar target produksi.
“Respons cepat terhadap kebutuhan lapangan menjadi titik balik strategi kami karena itu, pada 2026 kami mengusung tema ‘Rediscover Technology and Innovation Age’,” ungkapnya.
Melalui strategi tersebut, Elnusa menargetkan peran yang lebih besar dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional sekaligus memperkuat daya saing bisnis berbasis teknologi. “Kami ingin memberikan solusi terbaik bagi klien dan berkontribusi nyata terhadap target pemerintah dalam meningkatkan produksi energi nasional,” kata Litta.
PT Elnusa Tbk (Elnusa) (ELSA), mencatat laba bersih Rp 525 miliar hingga kuartal III-2025. Pendapatan mencapai Rp 10,5 triliun, tumbuh 9% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 965 miliar. Segmen penjualan barang dan jasa distribusi dan logistik energi memberikan kontribusi 58% dari total pendapatan.
Selanjutnya, segmen jasa hulu migas terintegrasi memberikan kontribusi sebesar 31%, dengan performa yang tetap solid melalui proyek-proyek eksplorasi dan produksi di berbagai wilayah kerja Pertamina Group. Sementara itu, segmen jasa penunjang migas berkontribusi sebesar 11%, ditopang layanan marine support, fabrikasi dan konstruksi, serta warehouse & data management.

