Teknologi 'Coiled Tubing' Elnusa (ELSA) Bikin Sumur Migas Tetap Jalan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, memperkuat perannya dalam mendukung operasi hulu minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Melalui layanan Coiled Tubing Services yang efisien dan bernilai tambah, Elnusa berkomitmen meningkatkan produksi sekaligus menjaga keberlanjutan lifting migas nasional.
Direktur Operasi Elnusa Andri Haribowo mengatakan sejak pertama kali mengoperasikan Coiled Tubing Unit (CTU) pada 2011, Elnusa menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas utama. Rekam jejak perusahaan menunjukkan lebih dari 3,5 juta jam kerja selamat tanpa lost time incident (LTI).
"Catatan ini didukung penerapan tata kelola berstandar internasional dan integrasi prinsip environmental, social, and governance (ESG), mulai pengelolaan limbah ramah lingkungan hingga pemberdayaan tenaga kerja lokal," kata dia dalam keterangannya, Jumat (3/10/2025).
Baca Juga
Saham Elnusa (ELSA) 5 Tahun Konsisten Naik, Investor 'Cuan' Besar
Undang-undang menetapkan target untuk memperkuat ketahanan energi. Di sisi lain, mayoritas lapangan migas Indonesia berada pada fase mature atau tua, yang cenderung mengalami penurunan produksi. Teknologi Coiled Tubing menawarkan solusi menjaga kelangsungan operasi sumur tanpa harus mematikan sumur, sehingga menjadi instrumen penting bagi stabilitas pasokan energi.
Coiled Tubing Unit (CTU) adalah teknologi pipa baja fleksibel yang dapat digulung dan digunakan untuk berbagai operasi sumur, mulai perawatan (well services), pengambilan peralatan yang terjatuh (fishing operation), stimulasi, logging, hingga pengeboran. Keunggulannya terletak pada kemampuan mempertahankan produksi tanpa mengganggu operasi utama, yang membuat teknologi ini menjadi tulang punggung strategi optimasi produksi di lapangan migas.
Dia mengatakan, kompetensi Elnusa dalam Coiled Tubing Services sudah dapat disetarakan dengan penyedia jasa internasional. “Kompetensi Elnusa dalam Coiled Tubing Services sudah berkontribusi maksimal bagi Pertamina Group dan industri hulu migas nasional. Hal ini mendukung program Asta Cita pemerintah, khususnya ketahanan energi dan swasembada energi,” ujarnya.
Elnusa saat ini dipercaya oleh sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) besar, antara lain Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Pertamina EP, Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS), Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), hingga Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO).
Teknologi dan inovasi berkelanjutan
Menurut Andri, banyak potensi optimalisasi yang ditawarkan Coiled Tubing untuk mengatasi penurunan produksi sumur. “Sumur yang mengalami penurunan akibat masalah di lubang maupun sekitar perforasi dapat kembali ditingkatkan produksinya melalui teknologi ini,” kata dia.
Baca Juga
Beberapa inovasi Coiled Tubing yang diterapkan Elnusa, meliputi Permanent Coiled Tubing Gas Lift (PCTGL), Velocity Dual Completion CTU, Stimulasi Sand Control Chemical, hingga MicroCracking Stimulation. Untuk menggarap peluang pasar, Elnusa mengoperasikan 5 unit CTU dan akan menambah 2 unit baru hasil kerja sama dengan produsen asal Inggris yang dijadwalkan beroperasi akhir 2025.
Selain investasi pada peralatan, Elnusa juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dengan mendirikan CTU School sebagai pusat transfer pengetahuan. Hal ini sejalan dengan misi jangka panjang perusahaan menjadi penyedia jasa energi terintegrasi yang andal, adaptif, dan berkelanjutan.

