Google Cloud Nilai Open Network Jadi Kunci Dorong Ekonomi Digital Inklusif Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Ekosistem open network dinilai menjadi solusi strategis untuk mendorong perdagangan digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan di negara berkembang. Hal ini membuat Indonesia Open Network (ION) memiliki potensi besar dalam memperluas partisipasi ekonomi, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memperkuat fondasi ekonomi digital nasional.
Head of Product Strategy, Emerging Markets Google Cloud Siddharth Prakash mengatakan, pengembangan ekosistem digital ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan volume transaksi, tetapi juga pada penciptaan peluang penghidupan serta akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Baca Juga
Apindo: Indonesia Open Network (ION) Jadi Pengungkit Baru Kinerja UMKM Nasional
“Bagaimana kita meningkatkan aktivitas perdagangan, mendekatkan masyarakat pada hal-hal yang mereka sukai, hingga membuka peluang pekerjaan dan penghidupan, merupakan pertanyaan penting yang ingin dijawab melalui ekosistem digital,” ujar Siddharth dalam acara Indonesia Open Network di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Menurut Siddharth, pengalaman India menunjukkan bahwa pergeseran fundamental menuju open network menjadi jalan ke depan bagi negara berkembang untuk memperoleh manfaat ekonomi dalam skala besar. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan dampak inklusif dengan membuka ruang partisipasi bagi lebih banyak pelaku usaha.
Di Indonesia, keberadaan lebih dari 60 juta UMKM yang berkontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi landasan kuat bagi pengembangan ION. Siddharth menilai, inisiatif tersebut dapat mempercepat transformasi UMKM dari sekadar hadir secara daring menjadi pelaku ekonomi digital yang aktif bertransaksi.
“Melalui ION, semakin banyak masyarakat dapat berpartisipasi dalam perekonomian, memberikan kontribusi yang lebih besar, dan pada akhirnya membuat ekonomi Indonesia menjadi jauh lebih inklusif,” jelasnya.
Baca Juga
Kolaborasi Global Diperkuat, Pemerintah Kembangkan Sapa UMKM Bareng Indonesia Open Network
Lebih lanjut, Siddharth menekankan bahwa potensi open network tidak terbatas pada sektor perdagangan. Menurutnya, pendekatan ini bersifat horizontal dan lintas sektor, sehingga dapat menjangkau berbagai bidang, mulai dari penghidupan dan ketenagakerjaan, pertanian, hingga mobilitas.
Keunggulan utama open network, lanjut Siddharth, terletak pada konsep decoupling, yakni pemisahan peran antar pelaku dalam ekosistem. Dengan tidak adanya satu entitas yang mengendalikan seluruh alur layanan secara end-to-end, setiap pihak memiliki peran yang setara dalam membangun ekosistem digital yang inklusif.
“Karena semuanya terbuka dan terpisah, tidak ada satu pemain pun yang menguasai seluruh proses. Inilah yang memungkinkan terciptanya ekosistem yang inklusif dan adil,” ungkapnya.
Baca Juga
"Sapa UMKM" Dibangun Berbasis Insentif dan Bukan Kewajiban, Ini Benefitnya
Siddharth juga mencontohkan implementasi open network di India melalui Open Network for Digital Commerce (ONDC). Sepanjang 2025, ONDC mencatat sekitar 200 miliar transaksi dalam periode 12 bulan, dengan 100 miliar transaksi terakhir terjadi dalam waktu kurang dari enam bulan.
“Ini menunjukkan bahwa ketika teknologi dan ekosistem dibangun secara terbuka, adil, dan memungkinkan semua pihak berpartisipasi, adopsi akan terjadi dengan sangat cepat,” katanya.
Sebagai penyedia teknologi global, Google Cloud menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan Digital Public Infrastructure (DPI) yang terbuka, adil, dan berdaulat di Indonesia. Siddharth menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas inisiatif strategis pengembangan ION dan menyatakan kesiapan Google Cloud untuk berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Indonesia adalah salah satu negara pertama yang berani mengambil visi ini. Kami berdiri bersama pemerintah dan seluruh ekosistem untuk memastikan ION benar-benar terwujud dan memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Ke depan, Siddharth memandang ekosistem open network berpotensi membuka peluang bagi UMKM Indonesia untuk tidak hanya bertransaksi di dalam negeri, tetapi juga menembus pasar regional ASEAN dan kawasan lainnya. Dengan demikian, ION dinilai dapat menjadi fondasi penting bagi integrasi ekonomi digital Indonesia di tingkat global.

