Indosat (ISAT) Gandeng Google, Tawarkan Sovereign Cloud dan Edge Cloud di Tanah Air
JAKARTA, investortrust.id - PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengumumkan perluasan kemitraan dengan Google untuk menghadirkan layanan sovereign cloud dan edge cloud generasi baru di Indonesia.
Presiden Director & Chief Executive Officer (CEO) IOH Vikram Sinha mengatakan, melalui kemitraan ini pihaknya akan menawarkan Google Distributed Cloud (GDC) kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia.
GDC akan membantu perusahaan yang hendak menjalankan beban kerja kercerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Demikian halnya dengan data intensif di lokasi pilihan mereka masing-masing.
Disebutkan, GDC adalah solusi yang sepenuhnya dikelola dengan sekelompok layanan perangkat lunak yang lengkap. Berbagai bentuk perangkat keras dapat dikembangkan, juga ada pilihan untuk menjalankan air-gapped (sepenuhnya terputus) dari koneksi internet publik untuk beban kerja yang paling sensitif, atau terhubung antara lokasi edge dan Google Cloud yang berlokasi di Indonesia.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Ungkap Ketertarikan Gunakan BTS Terbang hingga Satelit LEO
IOH melalui usaha pusat datanya, berupaya menawarkan opsi hosting untuk GDC di lokasi. Hal ini memastikan bahwa data tetap berada di bawah kendali pelanggan dan dalam batas wilayah Indonesia, mematuhi semua kerangka hukum dan kedaulatan.
“Kemitraan dengan Google Cloud didorong oleh upaya pemberdayaan Indonesia, yang bertujuan untuk memberikan solusi sovereign cloud dan edge cloud pertama di negara ini. Solusi ini akan membekali organisasi dengan infrastruktur canggih, fitur operasional, dan aplikasi pengembang yang mereka butuhkan untuk mengakselerasi digitalisasi dalam skala besar,” ujar Vikram melalui keterangan resmi yang diterima oleh Investortrust pada Sabtu (10/8/2024).
Vikram menjelaskan ,perusahaan dapat mengakses fitur inti, misalnya Workbench, Pipelines, Predictions dari Vertex AI — platform AI perusahaan Google Cloud melalui GDC. Hal ini yang memungkinkan mereka mengembangkan dan menerapkan machine learning tingkat lanjut serta aplikasi penelusuran AI generatif dengan cepat untuk mengambil dan menganalisis data dengan mudah di lokasi pilihan mereka.
Baca Juga
Uang Koin Kini Bisa Jadi Saldo GoPay, Simak Cara Penukarannya!
“Model ML yang telah dilatih sebelumnya untuk Speech-to-Text, penerjemahan, dan optical character recognition (OCR) dengan dukungan untuk lebih dari 100 bahasa termasuk Bahasa Indonesia—juga dapat diakses secara langsung,” tuturnya.
Perusahaan juga dapat mengakses sumber daya perangkat keras dan perangkat lunak Google Cloud yang lebih luas dan krusial untuk penerapan aplikasi AI secara lancar di lingkungan yang sepenuhnya terputus atau di ujung jaringan.
Perangkat tersebut meliputi Google Kubernetes Engine (GKE), GPU NVIDIA Tensor Core, mesin database AlloyDB Omni portabel, dan Dataproc untuk menjalankan analisis data open-source.

