IEF Gelar Indonesia Open Network, Tekankan Arsipelago Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Indonesia Economic Forum (IEF) menggelar Indonesia Open Network (ION) 2026 dengan menekankan tema kepulauan atau arsipelago digital (digital archipelago) sebagai strategi mendorong pemerataan partisipasi ekonomi digital di seluruh wilayah Indonesia.
Chief Executive Officer (CEO) & Founder IEF, Sachin V Gopalan menyampaikan, IEF telah hadir selama 12 tahun dan menjadi salah satu konferensi yang berkelanjutan membahas isu strategis di Indonesia.
“Indonesia Economic Forum telah hadir selama 12 tahun dan saya pikir kami merupakan salah satu konferensi yang paling lama berkiprah di Indonesia,” kata Sachin dalam sambutannya di ajang ION yang bertajuk "The Digital Archipelago: Building Inclusive Digital Commerce Ecosystem" di Artotel Mangkuluhur, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga
Indonesia Dorong Open Digital Commerce Melalui Inisiatif Jaringan Nasional Baru
Ia menjelaskan, ION 2026 tidak hanya berfokus pada isu digitalisasi, tetapi juga membahas kebutuhan mendasar Indonesia sebagai negara kepulauan (arsipelago). “Indonesia secara alamiah adalah negara kepulauan. Karena itu, tema yang kami angkat hari ini adalah digital archipelago atau kepulauan digital,” tegas Sachin.
Sachin menuturkan, Indonesia memiliki belasan ribu pulau dengan keragaman budaya, namun masih menghadapi tantangan ketimpangan akses dan fragmentasi pasar. “Kita memiliki 17 ribu pulau, budaya yang beragam, tetapi akses yang tidak merata dan pasar yang terfragmentasi,” papar dia.
Menurut dia, selama beberapa dekade terakhir tantangan utama Tanah Air adalah keterjangkauan fisik imbas jarak antarpulau yang jauh satu sama lain. Namun demikian, konektivitas digital menjadi peluang terbesar di negara kepulauan seperti Indonesia.
“Hari ini peluang kita adalah konektivitas digital. Bagaimana memastikan setiap pulau, setiap kota, setiap kabupaten, dan setiap desa dapat berpartisipasi secara bermakna dalam ekonomi digital Indonesia,” ucap dia.
Baca Juga
Fokus Dampak Nyata bagi Ekonomi, Kemenkomdigi Tetapkan 2026 Tahun Akselerasi Digital
Dia menekankan, pembangunan infrastruktur digital tidak lagi hanya berbicara soal kecepatan dan skala, melainkan inklusi, interoperabilitas, dan kepercayaan. “Infrastruktur digital kini bukan lagi soal kecepatan atau skala, tetapi tentang inklusi, interoperabilitas, dan kepercayaan,” ujar Sachin.
Sachin menambahkan, konsep kepulauan digital tidak mengacu pada satu platform terpusat, melainkan jaringan dari berbagai platform yang saling terhubung.
Dalam implementasinya, kata dia, ION 2026 berfokus pada penguatan keterhubungan ekosistem digital yang sudah ada, termasuk pembayaran digital, logistik, dan e-commerce, guna mendorong inklusi keuangan.
“Kami tidak menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, tetapi menghubungkan apa yang sudah ada dan membuatnya interoperabel,” tandas Sachin.
Baca Juga
Meski demikian, ia mengakui pertumbuhan ekonomi digital masih belum merata, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Banyak kota besar telah melaju lebih cepat, sementara UMKM masih tertinggal dan belum sepenuhnya dapat berpartisipasi,” kata Sachin.
Menurut Sachin, UMKM menjadi fokus utama penyelenggaraan forum tersebut. Penguatan konektivitas UMKM akan berdampak signifikan terhadap perekonomian nasional. “Menghubungkan setiap UMKM di seluruh Indonesia akan menjadi sebuah game changer,” tutur dia.
Dia menambahkan, ION 2026 menjadi pembuka bagi program nasional yang melibatkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan dan direncanakan mulai berjalan pada Kamis, 5 Februari 2026.
“Perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 tidak dapat dicapai oleh satu orang atau satu institusi, tetapi melalui kolaborasi pemerintah, industri, startup, asosiasi, mitra global, dan masyarakat sipil,” tegas Sachin.

