Ilham Habibie: Indonesia-India Punya 'Chemistry' Kuat dalam Pengembangan Ekonomi dan Transformasi Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) Ilham Akbar Habibie menegaskan kuatnya kedekatan historis dan budaya antara Indonesia dan India menjadi modal penting dalam memperluas kerja sama ekonomi dan transformasi digital. Hal tersebut disampaikan Ilham dalam sambutan pada acara India Night di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Ilham menilai hubungan kedua negara tidak hanya bersifat formal antarpemerintah, tetapi juga tumbuh secara alami di tingkat masyarakat dan pelaku usaha. “Chemistry antara orang Indonesia dan orang India sebenarnya sangat baik. Kita memiliki kesamaan budaya yang kuat dan banyak hal yang kita pahami secara naluriah di kedua negara,” ujarnya.
Menurut Ilham, kedekatan tersebut tercermin dari kemudahan pelaku usaha India beradaptasi di Indonesia, begitu pula sebaliknya. Ia mengaku memiliki pengalaman panjang berinteraksi dengan ekosistem bisnis India, termasuk saat berkunjung ke Bangalore dan New Delhi, yang dikenal sebagai pusat pengembangan teknologi digital.
Dalam kesempatan itu, Ilham menyoroti kemajuan India di sektor digital, termasuk pendekatan bisnis yang tidak semata mengejar keuntungan. Ia menyinggung konsep kecerdasan buatan yang berorientasi pada manfaat sosial.
Baca Juga
“Saya melihat di banyak bisnis di India, mereka tidak hanya berbisnis untuk mencari uang, tetapi juga peduli dengan manfaat bagi masyarakat luas, dengan semangat ‘AI untuk kebaikan’ dan ‘AI untuk kemanusiaan',” katanya.
Ilham juga menekankan pentingnya pembelajaran dari India dalam pengembangan Infrastruktur Publik Digital. Ia menyebut India sebagai salah satu pelopor konsep tersebut dan menilai pengalaman India relevan bagi Indonesia dalam mempercepat transformasi digital.
Baca Juga
RI-India Kolaborasi Bangun Fondasi AI, Perkuat Ekonomi Berkelanjutan
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Wantiknas, Ilham menyatakan Indonesia perlu memperkuat kolaborasi dengan India untuk mengurangi ketergantungan pada mitra dagang tradisional. Ia mengaitkan hal ini dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin menempatkan Indonesia sebagai middle power yang berpengaruh di tingkat global.
“Negara-negara seperti Indonesia dan India perlu melangkah bersama untuk menghadapi tantangan global dan melakukan lebih banyak bisnis satu sama lain, sebagai bagian dari kolaborasi selatan–selatan,” tutupnya.

