Distribusi Pertalite 2025 Hanya 89,86%, Penghematan BBM Subsidi dan Kompensasi Rp 4,9 T
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Realisasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan kompensasi sepanjang 2025 masih di bawah kuota Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Khusus untuk jenis BBM khusus penugasan (JBKP) Pertalite, realisasi distribusinya hanya mencapai 89,86% dari total kuota nasional yang sebesar 31,23 juta kiloliter (KL).
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas mengatakan, secara keseluruhan penyaluran BBM subsidi dan kompensasi sepanjang Januari hingga Desember 2025 berjalan lancar dan seluruh kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Baca Juga
Pertamina Buka Opsi Impor dari AS untuk Jaga Pasokan Pertalite
“Untuk penyaluran BBM jenis tertentu (JBT) dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP), pada 2025 semuanya tercukupi dan terpenuhi,” ujar Wahyudi dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Berdasarkan data BPH Migas, realisasi penyaluran JBT minyak tanah pada 2025 mencapai 96,75% dari kuota APBN sebesar 525.000 KL. Sementara JBT minyak solar terealisasi 97,49% dari kuota 18,88 juta KL. Adapun JBKP Pertalite menjadi jenis BBM dengan tingkat realisasi terendah, yakni 89,86%, atau sekitar 28,06 juta KL dari kuota nasional 31,23 juta KL.
Kendati demikian, Wahyudi menegaskan rendahnya realisasi tersebut tidak mengganggu ketahanan pasokan BBM nasional, karena distribusi tetap terkendali dan sesuai kebutuhan riil di lapangan. “Distribusi Januari sampai Desember 2025 kita kawal dengan baik, semuanya lancar,” tegas dia.
Dari realisasi penyaluran yang berada di bawah kuota APBN tersebut, BPH Migas mencatat penghematan BBM subsidi dan kompensasi negara 2025 sebesar Rp 4,982 triliun.
Baca Juga
Penghematan terbesar berasal dari JBKP Pertalite, dengan selisih penyaluran mencapai 3,17 juta KL, yang setara dengan Rp 2,75 triliun. Selanjutnya, minyak solar mencatat penghematan 473.634 KL atau senilai Rp 2,11 triliun. Sementara itu, dari minyak tanah, penghematan tercatat sebesar 17.056 KL, dengan nilai sekitar Rp 0,122 triliun.
“Alhamdulillah selama 2025 distribusi BBM subsidi dan kompensasi negara semua terpenuhi dan lancar, sekaligus menghasilkan efisiensi anggaran,” kata Wahyudi.

