Nyalakan 99,97% Listrik Sumatra, PLN Ungkap Pemulihan Terkendala Longsor Susulan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT PLN (Persero) terus melakukan pemulihan sistem kelistrikan di sejumlah wilayah Sumatra yang terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa secara umum sistem kelistrikan telah berhasil dipulihkan, meski tantangan di lapangan masih berlangsung.
Darmawan menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Sumatra Utara sempat pulih 100%. Namun, akibat banjir bandang dan longsor susulan yang masih terus terjadi, saat ini masih terdapat dua desa di Kabupaten Tapanuli Utara yang kembali mengalami pemadaman.
“Alhamdulillah, pemulihan sistem kelistrikan Sumatra Utara sudah pulih 100%. Namun, karena banjir bandang dan tanah longsor susulan masih terjadi, saat ini terdapat dua desa di Tapanuli Utara yang kembali padam. Dengan demikian, tingkat pemulihan menjadi 99,97% desa telah berhasil dipulihkan,” ujar Darmawan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga
Dia mengakui bahwa proses pemulihan dilakukan dalam kondisi tidak ideal. Tanah di sejumlah lokasi masih labil, tetapi listrik harus segera dinyalakan kembali agar aktivitas dan harapan masyarakat terdampak bencana dapat pulih.
“Kami mendirikan kembali tiang-tiang listrik pada kondisi tanah yang masih labil. Namun, listrik harus menyala kembali, karena terang adalah bagian penting dari proses pemulihan dan harapan bagi saudara-saudara kita yang menghadapi bencana,” katanya.
Darmawan menambahkan, di wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, tim PLN kerap menghadapi situasi tiang listrik yang telah didirikan kembali roboh akibat kondisi alam, sehingga harus kembali dibangun ulang. “Tim kami masih terus bekerja di lapangan hingga saat ini,” ujar Darmawan.
Untuk sistem kelistrikan Sumatra Barat, PLN telah berhasil menyalakan 100% pelanggan sejak 23 Desember 2025. Meski demikian, laporan gangguan masih sesekali diterima akibat tiang listrik yang kembali roboh.
“Di Sumatra Barat, sistem sudah 100% menyala sejak 23 Desember 2025. Namun, kadang-kadang ada satu atau dua desa yang padam kembali. Tim kami sudah siaga di lapangan dan mampu memperbaiki gangguan tersebut dalam waktu yang sangat cepat,” jelas Darmawan.
Sementara itu, kondisi di Aceh dinilai jauh lebih kompleks. Darmawan menyebut kerusakan sistem kelistrikan di wilayah tersebut berada pada skala yang belum pernah dihadapi PLN sebelumnya.
Baca Juga
Bayar Listrik Pakai WhatsApp Jadi Skema Bisnis Koperasi Desa yang Disiapkan PLN
Kerusakan pertama terjadi pada tower-tower transmisi antara Arun dan Bireuen yang roboh, menyebabkan pembangkit di Arun tidak dapat menyalurkan daya ke Banda Aceh. Akibatnya, sistem kelistrikan Banda Aceh langsung terganggu. Selain itu, transmisi dari Bireuen ke Takengon di Aceh Tengah juga terputus akibat robohnya tower transmisi, sehingga memperparah gangguan pasokan listrik di wilayah tersebut.
“Dalam proses pemulihan ini juga terjadi banjir dan tanah longsor susulan, termasuk di jalur transmisi dari Pangkalanbrandan ke Langsa. Jalur ini merupakan bagian dari backbone transmisi Sumatra yang menghubungkan Sumatera Selatan hingga Aceh. Ketika jalur ini terputus, sistem kelistrikan Aceh otomatis menjadi lumpuh,” paparnya.

