Bayar Listrik Pakai WhatsApp Jadi Skema Bisnis Koperasi Desa yang Disiapkan PLN
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT PLN (Persero) menyatakan kesiapan penuh mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di seluruh Indonesia. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan listrik andal sekaligus penguatan model bisnis koperasi agar berkelanjutan.
Langkah konkret PLN adalah menghadirkan platform pembayaran dan pembelian token listrik berbasis WhatsApp yang secara khusus dirancang untuk KDMP.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan, peran PLN tidak hanya memastikan keandalan pasokan listrik, tetapi terlibat aktif dalam menyukseskan program Koperasi Desa Merah Putih agar berjalan sesuai Instruksi Presiden (Inpres) No. 17/2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan dan Perlengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
Baca Juga
Kopdes Merah Putih dan MBG Jalan Membangun Orang Papua Melalui Kolaborasi Nasional
“PLN siap mendukung program prioritas presiden untuk membangun 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Pertama, tentu saja dengan menyediakan listrik andal untuk koperasi dan kami berperan aktif menyukseskan dan menjaga keberlanjutan,” ujar Darmawan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, di gedung parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Salah satu langkah konkret PLN adalah menghadirkan platform pembayaran dan pembelian token listrik berbasis WhatsApp yang secara khusus dirancang untuk KDMP. Melalui platform ini, agen koperasi dapat melayani pembayaran listrik masyarakat secara langsung dengan mendatangi rumah-rumah warga.
“PLN membuat platform pembayaran, agen-agen KDMP cukup menggunakan WhatsApp yang terhubung dengan server pembayaran. Dengan begitu, masyarakat bisa membayar listrik langsung dari rumah mereka masing-masing,” jelas Darmawan.
Lebih lanjut dia menambahkan, setiap transaksi pembayaran listrik melalui platform tersebut memberikan biaya layanan sekitar Rp 2.000. Biaya ini bakal menjadi sumber pendapatan bagi Koperasi Desa Merah Putih.
“Jika dalam satu wilayah terdapat sekitar 1.000 rumah, maka koperasi bisa memperoleh recurring income sekitar Rp 2 juta per bulan. Rata-rata wilayah KDMP mencakup 5.000 hingga 8.000 rumah. Artinya, ada potensi recurring income cukup besar untuk mendukung biaya operasional koperasi,” ungkap Darmawan.
Baca Juga
Dia menegaskan bahwa platform ini bersifat eksklusif dan hanya diperuntukkan bagi Koperasi Desa Merah Putih, sehingga dapat benar-benar mendukung kemudahan kerja para agen koperasi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi desa.
Selain memberikan manfaat ekonomi bagi koperasi, kemitraan ini memudahkan masyarakat melakukan pembayaran listrik melalui jaringan Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di berbagai wilayah.
“Platform ini sudah kami luncurkan dan saat ini berjalan dengan baik. Tentu saja ini perlu kami analisis sukses story-nya seperti apa, tantangannya seperti apa, dan bagaimana ke depannya bisa skill things up di tingkat nasional,” tutup Darmawan.

