Meutya Hafid: Pemulihan Sinyal di Sumatra Meningkat, Aceh Masih Terkendala Listrik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) melaporkan pemulihan jaringan telekomunikasi di Sumatra terus menunjukkan perbaikan signifikan. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid menyampaikan, tingkat pemulihan base transceiver station (BTS) di sejumlah wilayah kini mencapai lebih dari 90%.
Meutya menjelaskan, di Sumut hanya 5,74% BTS yang belum kembali beroperasi, sementara di Sumbar hanya 2,81% BTS yang masih terdampak. Namun, kondisi berbeda terjadi di Aceh. Kemenkomdigi menyebut proses pemulihan BTS baru 60,72% karena terkendala listrik.
"Ini dikarenakan power (listrik). Jadi kalau insyaallah nanti listrik sudah masuk, angka ini kami yakini bisa naik sampai 75%,” ujar Meutya dalam laporannya pada rapat kerja dengan Komisi I DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Pemerintah dan operator seluler disebut telah mengerahkan tim lapangan untuk mempercepat penyalaan perangkat telekomunikasi di Aceh, Sumut dan Sumbar. Meutya pun menegaskan semua upaya pemulihan tetap dimaksimalkan.
"Untuk pemulihan akses internet Bakti Kominfo, dari 602 BTS terdampak, 413 berhasil dipulihkan, atau lebih dari 60%. Sebagian besar kendala yang tersisa juga berada di Aceh," sambungnya.
Selain infrastruktur darat, pemerintah turut memanfaatkan teknologi satelit. Satelit Satria-1 telah menyediakan konektivitas di 17 titik, sementara Starlink yang dikoordinasikan Kemenkomdigi sudah aktif di 91 titik.
Meutya menegaskan fokus terbesar kini tertuju pada Aceh.
“Kami masih perlu bekerja lebih keras lagi, terutama bersama PLN, karena listrik yang belum pulih membuat BTS belum dapat berjalan dengan baik,” katanya.

