Danantara: Empat Konsorsium Akan Kelola Pembangkit Listrik Sampah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Danantara Investment Management (Persero) atau DIM menjelaskan perkembangan lelang proyek waste to energy (WTE) atau pembangkit listrik sampah. Setelah mengumumkan 24 perusahaan yang akan terlibat, DIM menyebut sebanyak empat konsorsium akan masuk ke proyek WTE.
“Nanti akan ada empat konsorsium dulu. Untuk empat kota, Bali [Denpasar], Bekasi, Yogyakarta, dan Bogor,” kata Director Investment of Danantara Investment Management, Hernando, dalam diskusi Semangat Awal Tahun yang digelar IDN, Kamis (15/1/2026).
Hernando mengatakan, keterlibatan 24 perusahaan asing dalam WTE dibutuhkan karena kebutuhan terhadap teknologi. Saat ini, teknologi Pembangkit Listrik Sampah atau PLTSa memerlukan biaya yang besar.
“Karena teknologinya belum ada [di Indonesia]” ujar dia.
Pembentukan konsorsium dilakukan agar ada perusahaan lokal yang terlibat. Sebab, kata Hernando, WTE bukan hanya pembangkit energi, melainkan banyak aspek yang nantinya bersentuhan dengan masyarakat.
“Ada masalah lingkungan di situ. Kita harapkan ada sinergi, ada transfer teknologi antarinvestor asing dengan pemain lokal,” kata dia.
Baca Juga
Rosan Sebut Proyek 'Waste to Energy' Bisa 'Groundbreaking' Mulai Maret
Ikut Tender
Sebelumnya diberitakan, DIM mengungkap ada 24 perusahaan yang lolos seleksi daftar penyedia terseleksi pengembang dan pengelola pengolah sampah berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi energi listrik (BUPP PSEL).
Managing Director Danantara Investment Management, Stefanus Ade Hadiwidjaja mengatakan Danantara akan meminta kepada perusahaan-perusahaan tersebut untuk dapat menggandeng mitra lokal sehingga nantinya dibentuk konsorsium yang mengeksekusi proyek waste to energy. Ia menargetkan pada 6 November 2025 akan dibuka tender pengelolaan proyek waste to energy di tujuh titik kota/kabupaten.
"Masing-masing kota itu akan ada vendornya, jadi bisa ada 7 konsorsium yang menang. Kita juga enggak mau satu konsorsium bisa menang terlalu banyak, kita akan tentukan. Kita akan mulai melakukan tender serempak dimulai 6 November," kata Ade.
Stefanus mengatakan, 24 perusahaan penyedia teknologi yang telah ditetapkan Danantara nantinya membentuk konsorsium dengan mitra lokal. Adapun para mitra lokal ini dapat berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), ataupun perusahaan swasta.
"Mereka akan melakukan bid untuk masing-masing 7 kota itu. Kalau mereka mau ikut semua tendernya, monggo, kalau mereka mau fokus (satu kota), juga monggo," jelas dia.
Baca Juga
Cegah Bencana Sampah, Prabowo Kebut 34 Proyek Waste to Energy

