Pemerintah Tetapkan 7 Wilayah Kelola Sampah Jadi Listrik, Zulhas: Tumbuhkan Ekonomi Daerah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui MenterI Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menetapkan 7 wilayah sebagai lokasi pembangunan Fasilitas Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Pria yang akrab disapa Zulhas ini mengatakan, langkah yang diambil pemerintah tersebut sekaligus membuktikan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi solusi energi sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah.
Adapun ketujuh wilayah yang telah ditetapkan pemerintah sebagai lokasi pembangunan Fasilitas Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), di antaranya Provinsi Bali, Provinsi DIY, Bogor Raya, Tangerang Raya, Kota Semarang, Bekasi Raya dan Medan Raya.
Baca Juga
Proyek 'Waste to Energy' Danantara Diminati Investor Asing, Ada Jepang hingga Jerman
“Hari ini kita buktikan, dari tumpukan sampah bisa jadi listrik, bisa buka lapangan kerja, dan bisa menumbuhkan ekonomi daerah,” ujar Menko Pangan Zulhas dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/10/2025).
Program PSEL merupakan bagian dari transisi energi nasional untuk menghadirkan solusi ramah lingkungan, meningkatkan kemandirian energi, dan menjaga kesehatan rakyat. Menko Zulhas menegaskan, transformasi hijau ini akan dijalankan secara sinergis antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Sampah Jadi Listrik, Ekonomi Jadi Hijau. Dari sampah kita hasilkan energi, dari energi tumbuh kesejahteraan,” terang Menko Pangan Zulhas.
Dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas) mengenai PSEL itu, turut hadir Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisal Nurofiq, Kepala Kantor Staf Presiden Muhammad Qodari, Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Rosan Roeslani, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, dan jajaran pejabat kementerian/lembaga terkait.
Kemudian Direktur Utama PT PLN (Persero) Bapak Darmawan Prasodjo, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Bupati Bogor Rudy Susmanto, Walikota Bogor Dedie A. Rachim dan Perwakilan Pemda terkait.

