KKP Sebut Impor Perikanan Ilegal RI Paling Banyak dari China, Masuk Lewat Jalur Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan, importasi komoditas perikanan secara ilegal pada 2025 paling banyak berasal dari China yang masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
"Asal itu biasanya (berasal) dari China," ucap Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan KKP Halid K. Jusuf saat konferensi pers di Kantor KKP, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Halid menjelaskan, sepanjang 2025, pihaknya telah mengamankan sebanyak 30 kontainer berisi produk perikanan yang diimportasi secara ilegal. Ia memperkirakan potensi kerugian negara mencapai Rp 9,3 miliar.
Hingga kini, menurut Halid, jenis komoditas perikanan yang diimpor secara ilegal merupakan ikan dengan kategori konsumsi. Di antaranya ikan mackerel atau salem, ikan kembung dan juga salmon.
Baca Juga
KKP Bongkar Modus Perusahaan Impor Ikan Ilegal, Deretan Sanksi Ini Menanti
"Jadi biasanya ikan yang diimpor itu adalah ikan salem ataupun ikan kembung, ikan salem untuk pemindangan, begitu juga ikan kembung memang masih sangat kurang di Indonesia, sehingga dilakukan importasi," terangnya.
Lebih lanjut, Halid menyebutkan, KKP tidak hanya melakukan pengawasan impor produk perikanan ilegal, namun juga terhadap impor secara legal. Hal ini dilakukan guna memastikan komoditas yang diimpor telah sesuai secara aturan dan jelas di sisi pendistribusiannya.
"Ya, terutama terhadap distribusinya. Jadi tidak hanya ilegal, yang legal kalau tidak sesuai dengan peruntukannya, distribusinya tidak sesuai, itu pun kami lakukan pengawasan," imbuh Halid.

