Pemerintah Tolak Sebut Ada Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel
Poin Penting
|
JAKARTA, ivestortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) enggan menyebut bakal ada pemangkasan produksi batu bara dan nikel di tahun 2026 ini. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menekankan, yang coba dilakukan pemerintah adalah penyesuaian, bukan pemangkasan.
Menurut Yuliot, rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) untuk komoditas seperti batu bara dan nikel harus disesuaikan dengan kebutuhan industri. Apalagi, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan bahwa seluruh mineral wajib diolah di dalam negeri untuk dilakukan hilirisasi.
“Jadi berapa kebutuhan industri di dalam negeri, kemudian berapa kemampuan pasar itu dihitung. Jadi berapa yang diajukan oleh perusahaan untuk RKAB ini kita akan sesuaikan. Jadi tidak ada penurunan, tapi kita menyesuaikan dengan kebutuhan industri,” tegas Yuliot saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Yuliot menerangkan, memproduksi batu bara dan nikel secara besar-besaran akan berdampak terhadap penurunan harga komoditas tersebut secara global karena terjadi oversupply.
“Jadi ya kan kita juga mengusahakan bagaimana industri bisa tetap berjalan. Jadi tingkat keuntungan itu bisa dioptimalkan dan juga ujung-ujungnya adalah penerimaan negara,” ucap Yuliot.
Baca Juga
ESDM Pastikan Bea Keluar Batu Bara Belum Berlaku 1 Januari 2026, Ini Alasannya
Kendati demikian, untuk saat ini pemerintah belum menetapkan berapa jumlah batu bara dan nikel yang bisa diproduksi perusahaan di tahun 2026. Yuliot mengatakan bahwa penetapan jumlah ini masih dikonsolidasikan.
“Ini masih kita konsolidasikan. Nikel juga belum, masih dikonsolidasikan sama Dirjen Minerba,” sebut dia.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi produksi batu bara sepanjang 2025 berada di angka 790 juta ton. Sementara itu, menurut data Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), realisasi produksi bijih nikel sebesar 265 juta ton di 2025.
Baca Juga
Wamen ESDM: Hilirisasi Nikel Pacu Ekspor 10 Kali Lipat, 2040 Sumbang Investasi US$ 618 Miliar

