Lapor Presiden, Bahlil Sebut Pemulihan Listrik Aceh Capai 60 MW dari Kapasitas 110 MW
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan perkembangan pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak bencana, khususnya di Aceh.
Bahlil menyampaikan bahwa kapasitas listrik terpasang untuk wilayah Banda Aceh tercatat sekitar 110 megawatt (MW). Saat ini, kebutuhan pengguna sudah mulai terpenuhi secara bertahap.
“Alhamdulillah, tadi malam rata-rata sudah tersalurkan sekitar 60 MW untuk kebutuhan listrik di Banda Aceh. Sebagian pasokan masih menggunakan genset,” ujar Bahlil dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Bahlil menjelaskan, progres perbaikan jaringan gardu induk yang sebelumnya dilaporkan kepada Presiden Prabowo telah mencapai sekitar 80–90%. Pemerintah menargetkan pemasangan seluruh jaringan gardu induk dapat rampung dalam waktu dekat, paling lambat Rabu (17/12/2025) atau Kamis (18/12/2025) pekan ini.
Baca Juga
Mobil Listrik Aman Naik Kapal Ferry, ASDP Siapkan SOP dan SPKLU di Pelabuhan
Menurutnya, apabila seluruh jaringan selesai, aliran listrik dari Arun dan Bireuen dapat kembali masuk secara normal. Selain itu, transmisi listrik untuk jalur Sumatra juga kembali terkoneksi.
“Namun, andaikan ini konek, belum bisa teraliri semua ke desa-desa yang ada, karena sebagian desa-desa infrastrukturnya masih parah, jalan yang tidak bisa kita masuk, Itu pada tegangan rendah, itu tiang-tiangnya jatuh,” ungkap Bahlil.
Dia mengungkapkan bahwa masih ada sebagian desa yang masih banjir dan tergenang air. Menurut Bahlil, jika tetap dipaksakan untuk dialiri listrik, maka akan berdampak pada kecelakaan di masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga melaporkan kepada Presiden Prabowo terkait persoalan listrik desa yang masih menjadi pekerjaan rumah nasional. Dia mencontohkan kondisi di Sumatra Utara, dengan rasio elektrifikasi mencapai 99,9%, tetapi terdapat hampir 50 desa di empat kabupaten yang belum tersentuh listrik.
“Ini bukan semata-mata karena banjir, tapi memang jaringan listrik kita yang belum ada di sana,” jelas dia.
Baca Juga
Listrik di Aceh Belum Pulih 100%, Bahlil: Banyak Hal Tak Terduga Terjadi
Secara nasional, Bahlil mengungkapkan masih terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum teraliri listrik. Dia mengusulkan pelaksanaan program elektrifikasi desa secara bertahap hingga 2029, dengan target seluruh desa di Indonesia dapat menikmati akses listrik.
“Kami menyarankan agar bisa kita lakukan program sampai dengan 2029 agar semua desa di Indonesia ini bisa dilistriki sekaligus menunjang program tentang sekolah-sekolah yang berbasis teknologi,” ucap Bahlil.

