Mobil Listrik Aman Naik Kapal Ferry, ASDP Siapkan SOP dan SPKLU di Pelabuhan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan mobil listrik aman diangkut menggunakan kapal ferry. Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), ASDP telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) khusus serta fasilitas pendukung, termasuk stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di pelabuhan.
Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah memiliki SOP internal untuk penempatan kendaraan listrik di atas kapal, sembari menunggu terbitnya regulasi resmi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Baca Juga
BYD dan Denza Kuasai 57% Pasar Mobil Listrik Nasional, Ini Model Paling Favorit
“Sebenarnya dari peraturan Kementerian Perhubungan memang belum ada, tapi dari sisi SOP ini sudah kita punya dan kita tempatkan di depan ramp door. Sehingga kalau nanti misalnya terjadi insiden terkait kendaraan listrik, akan lebih mudah untuk melakukan evakuasi dan penanganan,” ujar Heru saat ditemui di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Heru menegaskan, ASDP tetap memperbolehkan kendaraan listrik menyeberang menggunakan kapal ferry dan menjamin aspek keselamatan selama perjalanan. Penyesuaian SOP dilakukan untuk memastikan mitigasi risiko berjalan optimal, khususnya pada periode dengan volume penumpang tinggi.
“SOP-nya sebenarnya tidak perlu yang baru, namun lebih detail. Kita masih menunggu peraturan dari Kementerian Perhubungan terkait angkutan kendaraan listrik, khususnya untuk angkutan penyeberangan,” jelasnya.
Baca Juga
Penumpang Libur Nataru Diprediksi Naik 9%, ASDP Tambah Kapal
Seiring peningkatan jumlah pengguna kendaraan listrik, ASDP juga menyiapkan langkah antisipatif lainnya dengan menyediakan SPKLU di pelabuhan keberangkatan dan kedatangan. Fasilitas ini ditujukan untuk mendukung kenyamanan dan kesiapan pengguna mobil listrik sebelum maupun setelah menyeberang.
“Kita melihat pengguna kendaraan listrik semakin hari semakin meningkat. Jadi kita juga harus sudah mulai prepare. Bahkan di pelabuhan kita juga sudah ada charger untuk kendaraan listrik yang sudah kita siapkan,” ungkap Heru.
Sementara itu, Direktur Operasional dan Transformasi ASDP Rio Theodore Nalianto Lasse memproyeksikan puncak arus penumpang dan kendaraan pada libur Nataru 2025–2026 akan terjadi pada 20–24 Desember 2025. Adapun puncak pergerakan libur Tahun Baru diperkirakan berlangsung pada 30–31 Desember 2025, dengan arus balik tertinggi pada 2–3 Januari 2026.
Baca Juga
“ASDP menyiapkan berbagai fasilitas dan layanan untuk memastikan kelancaran penyeberangan sepanjang periode libur Nataru,” kata Rio.
Untuk mengantisipasi kepadatan, ASDP menyiagakan posko libur Natal dan Tahun Baru di 15 cabang yang mencakup 15 lintasan penyeberangan utama. Selain itu, perseroan menambah armada kapal pada lintasan dengan trafik tertinggi, yakni lima kapal tambahan di rute Merak–Bakauheni dan enam kapal tambahan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Rio menambahkan, pada puncak arus libur Nataru, daya serap kendaraan kecil di lintasan Merak–Bakauheni diperkirakan mencapai 31.039 unit per hari. Sementara itu, lintasan Ketapang–Gilimanuk diproyeksikan mampu melayani hingga 15.215 kendaraan kecil per hari.

