Prabowo Resmikan RDMP Kilang Pertamina Balikpapan Pekan Depan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur akan diresmikan pekan depan. Rencananya, peresmian tersebut akan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Rencananya begitu (diresmikan oleh Presiden Prabowo),” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman saat ditemui di Pos Bloc Jakarta, Rabu (10/11/2025).
Dia mengungkapkan, RDMP Balikpapan pada dasarnya sudah siap untuk diresmikan dan berproduksi. Kemungkinan, peresmian dilakukan pada pekan depan.
Baca Juga
RFCC Kilang Pertamina Balikpapan Mulai Beroperasi, Pasokan BBM Nasional Makin Kuat
“Pak Wamen ESDM minggu lalu dari sana juga, pada dasarnya sudah siap. Sudah siap berproduksi dan memang rencana awal kan sudah ada juga. Mungkin sudah dengar juga ya tanggalnya, walaupun masih tentatif,” ucap Laode.
Proyek RDMP kilang Pertamina di Balikpapan tidak hanya meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260.000 barrel oil per day (BOPD) menjadi 360.000 BOPD, tetapi juga memproduksi bahan bakar minyak (BBM) berkualitas setara standar Euro V yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, Senior Director Oil & Gas and Petrochemicals Danantara Wiko Migantoro mengatakan, Pertamina telah menyatakan bahwa Residual Fuel Catalytic Cracking (RFCC) dari proyek RDMP ini jalan pada Desember.
RFCC merupakan bagian dari proyek pengembangan kilang atau RDMP yang berfungsi meningkatkan profitabilitas kilang melalui pengolahan residu menjadi produk bernilai tinggi.
Baca Juga
Dikunjungi Kemenkeu dan Komisaris Pertamina, Proyek RDMP Balikpapan Masuki Tahap Awal Operasi
Setelah RFCC beroperasi, produksi Kilang Balikpapan akan mendapat tambahan 5.000 barel per hari gasoline, 150.000 ton per tahun LPG, dan 100.000 ton per tahun propylene.
“Dari Pertamina juga sudah mengatakan bahwa di Desember ini RFCC-nya akan jalan ya. Itu akan meningkatkan produksi dari 260.000 menjadi 310.000 (barel). Kemudian nanti di pertengahan tahun depan, full 360.000 barel setelah gasoline block-nya jalan,” ucap Wiko.

