Hari Pahlawan Jadi Momentum Pertamina Resmikan Pengoperasian Awal RFCC RDMP Balikpapan
Poin Penting
|
BALIKPAPAN, Investortrust.id – PT Pertamina (Persero) menandai peringatan Hari Pahlawan (10/11/2025) dengan tonggak penting bagi ketahanan energi nasional, yakni pengoperasian awal unit utama Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex di Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Langkah ini menjadi bagian tahapan start up unit pengolahan utama di kilang, yang diharapkan memperkuat kapasitas produksi bahan bakar berstandar Euro V serta meningkatkan efisiensi dan nilai ekonomi Kilang Balikpapan.
Baca Juga
Pertamina Patra Niaga Dukung Kebijakan Pemerintah Melalui Pertamax Green 95
Pjs Corporate Secretary KPI Milla Suciyani mengatakan, proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijalankan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui anak usahanya PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Dengan nilai investasi mencapai US$ 7,4 miliar atau sekitar Rp 120 triliun, proyek ini menjadi modernisasi kilang terbesar di Indonesia dan salah satu proyek energi paling strategis di Asia Tenggara.
"Revitalisasi kilang domestik ini sejalan dengan Asta Cita pemerintah, terutama dalam memperkuat hilirisasi energi, kemandirian industri migas nasional, dan ketahanan energi," kata dia dalam keterangannya, Senin.
Beberapa capaian penting telah dicatat, antara lain peningkatan kapasitas pengolahan minyak mentah dari 260.000 menjadi 360.000 barel per hari, commissioning single point mooring (SPM) 320.000 DWT untuk kapal very large crude carrier (VLCC), pembangunan dua tangki penyimpanan baru berkapasitas 1 juta barel, serta pengoperasian unit pemurnian LPG dengan kapasitas 43.000 ton per tahun.
Strategis bagi Kemandirian Energi Nasional
Menurut Milla, penyelesaian proyek RDMP Balikpapan tidak terlepas dari dukungan penuh pemerintah melalui penetapannya sebagai PSN. “Pemerintah memberikan dukungan penuh untuk memastikan Pertamina menjadi tulang punggung transformasi energi Indonesia menuju kemandirian dan keberlanjutan,” jelasnya.
Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kilang menjadi 360.000 barel per hari, menghasilkan tambahan produksi gasoline, diesel, avtur, dan LPG berstandar emisi Euro V. Nantinya, RDMP Balikpapan juga akan menghasilkan 336.000 ton LPG per tahun, menjadikannya penggerak utama transisi energi bersih di Indonesia.
Baca Juga
Pertamina Kurangi 45 Ton Emisi CO₂ Lewat Program Energi Surya di Karawang
Dari sisi ekonomi, proyek RDMP Balikpapan diperkirakan menghemat impor BBM hingga Rp 68 triliun per tahun dan berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar Rp 514 triliun. Selain itu, proyek ini memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) lebih 35% dan telah menyerap lebih dari 24.000 tenaga kerja pada masa puncak konstruksi.
“Selain memperkuat struktur ekonomi nasional, proyek ini membawa dampak sosial positif melalui pembangunan infrastruktur lokal, pemberdayaan masyarakat, serta program tanggung jawab sosial di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan,” tutup Milla.

