RFCC Kilang Pertamina Balikpapan Mulai Beroperasi, Pasokan BBM Nasional Makin Kuat
RFCC Kilang Balikpapan, Unit Utama Peningkatan Produksi BBM
Poin Penting
| ● | RFCC Balikpapan mulai beroperasi dan menjadi yang terbesar di Indonesia. |
| ● | Kapasitas 90 ribu barel per hari memperkuat pasokan gasoline dan LPG. |
| ● | Proyek RDMP menjadi langkah strategis menekan impor dan memperkuat ketahanan energi. |
JAKARTA, Investortrust.id — PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), anak usaha Pertamina yang mengelola seluruh kilang minyak nasional, memulai tahap penting dalam peningkatan kapasitas produksi bahan bakar minyak (BBM) melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan–Lawe Lawe. Langkah ini menandai komitmen perusahaan memperkuat pasokan energi nasional dan mengurangi ketergantungan impor.
Pjs. Corporate Secretary KPI Milla Suciyani mengatakan, pengoperasian awal unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) menjadi fase strategis dalam transformasi Kilang Balikpapan. Unit tersebut merupakan bagian utama dari proyek RDMP Balikpapan–Lawe Lawe yang ditetapkan pemerintah sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Pada 10 November lalu, KPI telah memulai proses pengoperasian awal salah satu unit utama yang berperan penting hasil proyek RDMP Balikpapan, yaitu unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Ini akan menjadi satu bukti kemampuan KPI dalam menghasilkan produk BBM tidak hanya secara kuantitas tetapi juga kualitas yang jauh lebih baik,” kata Milla dalam keterangannya, Rabu (26/11/2025).
Baca Juga
Pertamina Siap Ambil Bagian dalam Proyek Kilang Modular Nasional
Ia menambahkan RFCC menjadi simbol teknologi pengolahan migas yang memungkinkan residu minyak mentah diproses ulang menjadi produk bernilai tinggi, seperti gasolin, propylene dan LPG. Hal tersebut merujuk pada peran RFCC sebagai unit lanjutan yang memaksimalkan seluruh fraksi minyak mentah dalam sistem pengolahan kilang. “Artinya proses pengolahan di Kilang Balikpapan nantinya akan semakin maksimal. Semua bagian dari minyak mentah diolah menjadi produk yang bernilai,” ujar Milla.
Source: Dok Kilang Pertamina
Kapasitas produksi RFCC Balikpapan mencapai 90 ribu barel per hari, menjadikannya unit terbesar di Indonesia. Milla menegaskan hasil produksi unit ini akan menambah suplai BBM nasional sehingga ruang impor terutama untuk gasolin dan LPG dapat ditekan. “Dengan beroperasinya unit RFCC Kilang Balikpapan nanti tentunya akan semakin memperkuat ketahanan energi nasional. Hasil produksi RFCC ini akan membantu mengurangi impor BBM terutama jenis gasoline dan LPG,” jelasnya.
Sebelum proyek RDMP Balikpapan berjalan, KPI telah mengoperasikan dua fasilitas serupa di Kilang Balongan dan Kilang Cilacap. Di Cilacap, unit RFCC beroperasi sejak 30 September 2015 setelah proses pembangunan yang dimulai pada 2011. Unit RFCC tersebut memiliki kapasitas 62 ribu barel per hari.
Baca Juga
Pertamina Terima SK 'Buffer Zone' Kilang Cilacap untuk Perkuat Keamanan Operasional
“Pengoperasian RFCC Kilang Cilacap sudah mencapai 10 tahun. Ini tentunya menjadi modal dan tambahan optimisme bagi pekerja-pekerja KPI untuk juga dapat mengoperasikan RFCC Balikpapan,” ungkapnya.
Kilang Balongan juga memiliki unit Residual Catalytic Cracking dengan kapasitas 83 ribu barel per hari yang beroperasi sejak Maret 1994. Fasilitas tersebut menjadi salah satu unit penting dalam meningkatkan rasio produksi BBM bernilai tinggi dari minyak mentah. “Kami menargetkan RFCC Kilang Balikpapan segera beroperasi penuh sesuai dengan rencana. Ini adalah bagian dari komitmen KPI untuk terus memperkuat kemandirian energi. Ini tentunya akan bisa terlaksana dengan adanya dukungan para pemangku kepentingan,” tutup Milla.

