Proyek RDMP Kilang Pertamina di Balikpapan Dapat 'Rating' Tertinggi dari Pefindo
Poin Penting
|
BALIKPAPAN, Investortrust.id – Kilang Pertamina Internasional (KPI), melalui anak usahanya PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) yang mengelola proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, kembali mencatat prestasi. Proyek strategis nasional ini meraih peringkat tertinggi idAAA(sf) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang berlaku mulai 1 September 2025 hingga 1 September 2026.
Peringkat ini menjadi cerminan tingginya kepercayaan pasar terhadap kinerja finansial dan tata kelola proyek RDMP Balikpapan, yang saat ini menjadi proyek terbesar dalam sejarah Pertamina.
Pjs Corporate Secretary KPI Milla Suciyani menegaskan bahwa pengakuan ini memperkuat optimisme perusahaan terhadap keberhasilan proyek tersebut. “Proyek RDMP Balikpapan merupakan proyek terbesar yang dikelola Pertamina saat ini. Peringkat ini menunjukkan kemampuan kami dalam mengelola proyek dan pendanaannya secara transparan dan akuntabel,” ujar Milla dalam keterangannya, Jumat (10/10/2025).
Baca Juga
Muat 2 Juta Barel, Tangki Baru Pertamina di Kilang Balikpapan Luasnya Setara 47 Lapangan Padel
Menurut Milla, keberhasilan mempertahankan peringkat tertinggi ini didorong oleh dukungan kuat dari induk perusahaan PT Pertamina (Persero), struktur pembiayaan proyek yang solid, serta prospek stabil permintaan produk kilang.
Proyek RDMP Balikpapan disebut akan menjadi game changer dalam ketahanan energi nasional. Kapasitas pengolahan minyak mentah akan meningkat dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, yang berarti peningkatan hampir 40%. “RDMP Balikpapan akan mengubah wajah ketahanan energi Indonesia,” kata Milla.
Selain peningkatan kapasitas, proyek ini juga akan menghasilkan produk bahan bakar setara standar Euro 5, menggantikan standar Euro 2 yang lebih tinggi emisi. Dengan begitu, RDMP Balikpapan akan memperkuat komitmen Pertamina terhadap transisi energi bersih.
Baca Juga
Dirut Pertamina Tanggapi Menkeu Purbaya soal Kilang Minyak di Indonesia
Multiplier effect dan kemajuan proyek
Lebih jauh, RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe tidak hanya berkontribusi bagi energi nasional, tetapi juga menghadirkan efek berganda bagi ekonomi lokal, mulai penyerapan tenaga kerja, peningkatan industri penunjang, hingga pertumbuhan rantai pasok dalam negeri.
Hingga akhir September 2025, progres pembangunan proyek RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe telah mencapai 96,5%, dan kini memasuki tahap commissioning serta persiapan start-up unit utama. “RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tutup Milla.

