Baru 60 dari 203 Daerah Patuh LP2B, Pemerintah Rem Alih Fungsi Lahan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menghentikan sementara penerbitan izin alih fungsi lahan setelah menemukan rendahnya kepatuhan daerah terhadap ketentuan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) dan kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B).
Hal ini menyusul ketentuan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang menekankan luas LP2B minimal 87% dari total lahan baku sawah (LBS) nasional untuk mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga
Menteri Nusron Pasang Badan Lawan Mafia Tanah yang Ganggu Tata Ruang Sumatra
Nusron menyebut, dari total 514 rencana tata ruang tata wilayah (RTRW) kabupaten/kota, hanya 203 daerah yang mencantumkan KP2B dan LP2B.
“Dari 203 kabupaten/kota yang mencantumkan KP2B, hanya 60 daerah yang KP2B dan LP2B-nya sesuai dengan Perpres 12 Tahun 2025,” ungkap Nusron saat ditemui di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Ia mendesak para kepala daerah agar segera menyesuaikan tata ruang masing-masing wilayah untuk mempercepat pemetaan spasial yang mengandung LP2B/KP2B.
"Ke depan, KP2B sama LSD (lahan sawah yang dilindungi, red) itu menjadi sawah forever atau sawah yang tidak boleh diotak-atik. Mengingat pemerintah hari ini benar-benar mencanangkan tentang ketahanan pangan, di mana ketahanan pangan/swasembada pangan tidak mungkin terwujud, tanpa adanya ketersediaan lahan terutama LP2B yang cukup," tegas Nusron.
Baca Juga
Menteri Nusron Siap Cabut HGU untuk Relokasi Korban Bencana Sumatra
Sebelumnya, Menteri Nusron menyoroti ketidaksinkronan antara RTRW provinsi dan kabupaten/kota dalam penetapan LP2B dan KP2B. “Di dalam RTRW provinsi, kalau kita turunkan, ada 14 provinsi yang tidak mencantumkan KP2B. Nah, anehnya meskipun 14 provinsi ini tidak mencantumkan KP2B, 24 provinsi mencantumkan KP2B estimasinya yang dicantum dalam RTRW sudah 94% dari total LBS-nya,” kata Nusron dalam Sarasehan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional 2025 di salah satu hotel Jakarta, Kamis (6/11/2025).

