Fokus Wujudkan Swasembada Pangan, Kementan Waspadai Alih Fungsi Lahan dan Penurunan Kualitas Tanah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pertanian (Kementan( terus memperkuat langkah strategis untuk menjaga produktivitas pangan nasional di tengah berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan penurunan kualitas tanah.
Dirjen Tanaman Pangan Kementan Yudi Sastro mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan sejumlah langkah cepat agar ketahanan dan kemandirian pangan nasional dapat terus terjaga dengan baik.
“Yang juga menjadi perhatian kami di Kementerian Pertanian, satu, adalah dampak perubahan iklim. Sehingga waktu Pak Menteri memerintahkan bagaimana caranya supaya kita bisa atasi 2023 dengan (cara) singkat,” ujarnya Jumat (17/10/2025).
Saat itu, lanjut Yudi, salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan pengalihan program bantuan benih jagung menjadi pengadaan pompa air. “Sehingga kita belikan pompa 70.000 dan alhamdulillah itu memberikan dampak jangka pendek,” sambungnya.
Namun, tantangan besar lainnya datang dari alih fungsi lahan produktif, terutama di wilayah-wilayah padat seperti Jawa barat. Ia mencontohkan di Sabang dan Karawang, banyak lahan sawah produktif yang beralih ke kebutuhan lain.
Baca Juga
Agroforestri Serap 5,6 Juta Pekerja, 8,3 Juta Ha Lahan Didorong Masuk Taksonomi Hijau
“Karena semakin banyak orang, semakin banyak kebutuhan. Kebutuhan sawah kita di Jawa pasti yang di sana akan menjadi sasaran alih fungsi lahan yang luar biasa,” kata Yudi.
Ia menjelaskan, mengganti lahan produktif di Jawa tidak bisa dilakukan dengan cepat. Kalau dengan hitung-hitungan sederhana, satu hektar sawah produktif di Jawa setidaknya digantikan minimal tiga hingga lima hektar di luar Pulau Jawa, ditambah waktu yang lebih lama.
Selain itu, penurunan kualitas tanah juga menjadi perhatian serius. “Kualitas lahan kita menurun sangat luar biasa. Kenapa produktivitas kita tidak naik-naik, ya karena kualitas lahan kita sudah sangat rendah. Indikatornya bahan organik yang kurang dari 2%,” ucap Yudi.
“Sudah kita negara tropis yang dekomposisi bahan organiknya sangat cepat, budaya menambahkan bahan organik tidak ada, dan kita semua tergantung dengan unsur-unsur kimia. Itu mempercepat kerusakan lahan,” sambungnya.
Lebih jauh, Yudi menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional. “Ini yang menjadi fokus dari Pak Menteri Amran dan Pak Menko Pangan (Zulkifli Hasan), bagaimana kita menyinkronkan semua stakeholder terkait. Sehingga satu visi, satu langkah, satu cara, bagaimana mensejahterakan petani,” ujar Yudi.
Sebab menurutnya, swasembada pangan ini adalah jalan untuk menuju kesejahteraan masyarakat Indonesia.

