Bukan Hanya Mineral, MIND ID Juga Genjot Hilirisasi Batu Bara
JAKARTA, investortrust.id - Holding BUMN industri pertambangan MIND ID menegaskan komitmennya dalam melaksanakan hilirisasi. Bukan hanya di sektor mineral, mereka juga punya ambisi menggenjot hilirisasi batu bara.
Direktur Utama MIND ID Hendi Priyo Santoso mengungkapkan, saat ini rencana tersebut masih dalam tahap prototype di laboratorium. Namun, ke depannya hal ini akan digali lebih jauh oleh anak-anak perusahaan MIND ID.
"Saat ini masih dalam prototype di lab, tapi sudah dimungkinkan dan nanti akan kita gali bagaimana sinergi PT Timah, PT Bukita Asam Tbk (PTBA) bisa kita lakukan,” ujar Hendi dalam acara MINDialogue, Kamis (9/1/2025).
Dijelaskan oleh Hendi, bahwasanya polysilicon bisa dihasilkan dari by-product timah yaitu silika. Maka dari itu, nanti juga bisa dikombinasi dengan derivatif dengan produk batu bara yang dikelola oleh PTBA.
“Jadi tentunya kita akan terus berkomitmen melanjutkan program hilirisasi. MIND ID sebagai badan usaha milik negara terus berkomitmen menjadi tulang punggung hilirisasi mineral pertambangan di Indonesia,” tegas dia.
Menurut Hendi, hilirisasi ini penting sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tambang dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Apalagi Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi 8%.
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki sumber daya batu bara sebesar 99,19 miliar ton, dengan cadangan mencapai 35,05 miliar ton. Dengan demikian, sisa umur cadangan batu bara RI diperkirakan bisa terpenuhi hingga 60 tahun ke depan.
Mengingat saat ini penggunaan batu bara sebagai sumber pembangkit listrik mulai dikurangi, maka hilirisasi batu bara menjadi kewajiban untuk memanfaatkan sumber daya yang melimpah tersebut.
Baca Juga
Bos MIND ID Ungkap Kecemasan BUMN Tambang di Tengah Hilirisasi
Penyelidik Bumi Balai Besar Pengujian Mineral dan Batu Bara (BBPMB) Kementerian ESDM Cipta Irawan mengatakan, hilirisasi batu bara RI bisa menghasilkan banyak produk.
“Secara teknikal, batu bara di Indonesia itu kan beragam. Sehingga dari beragamnya itu memang pemanfaatan apa pun cocok. Dari segi teknis, mau gasifikasi bisa, semikokas karbonisasi bisa, pencairan bisa. Jadi dari sisi teknis, semuanya bisa,” kata Cipta beberapa waktu lalu.

