Harga Nikel dan Batu Bara Diproyeksi Terjungkal 5 Tahun ke Depan, Bisa Turun 50%
JAKARTA, investortrust.id - Pengamat ekonomi energi dari Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti memprediksi harga komoditas nikel dan batu bara global berpotensi turun drastis dalam 5 tahun ke depan. Secara persentase, penurunan harga diperkirakan bisa hingga 50%.
“Kalau nikel (penurunannya) bisa 40-50%, dan batu bara 35-45%,” ujar Yayan Satyakti saat dihubungi Investortrust, Jumat (11/4/2025).
Dia menjelaskan, penurunan dua harga komoditas tersebut adalah first round impact dari harga minyak yang semakin menurun. Diprediksi, harga minyak global bisa berada di kisaran US$ 50 hingga US$ 60 per barel.
“Berdasarkan hasil perhitungan saya dengan metode ekonometrik, turunnya harga minyak dunia akibat Trump’s trade war (perang dagang Presiden AS Donald Trump) bagi Indonesia akan memberikan dampak 10%-15% terhadap kinerja neraca dagang Indonesia dan Amerika Serikat (AS),” sebut dia.
Baca Juga
Terendah Sejak Januari 2022, Nilai Ekspor Batu Bara Tertekan Imbas Harga Internasional
Selain itu, kata Yayan, penurunan harga minyak bakal membuat mitra dagang Indonesia untuk nikel dan batu bara, seperti China, India, dan Jepang, akan mengurangi atau menahan impor batu bara maupun nikel, sehingga akan menjadi second round impact.
“Ini karena ketidakpastian pasar global menunggu kebijakan masing-masing negara terhadap Donald Trump (Presiden AS), sehingga dari second round impact, demand impor turun akan mengurangi permintaan komoditas tersebut,” terang Yayan.
Bahkan di China sendiri kata Yayan, pabrik kendaraan listrik (electric vehicle/EV) untuk pasar Amerika Serikat sudah tidak berproduksi. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada harga nikel, yang merupakan salah satu bahan baku baterai EV.
Baca Juga
Bahlil Ungkap Royalti Emas dan Nikel Akan Naik 1,5% hingga 3%
Berdasarkan data Trading Economics, harga nikel berjangka turun di bawah US$ 14.900 per ton, level terendah sejak September 2020, di tengah kekhawatiran perang dagang dan kelebihan pasokan dari Indonesia. Dalam 5 tahun terakhir, harga nikel mencapai level tertingginya pada 10 Maret 2022, yakni US$ 48.241 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Newcastle jatuh di bawah US$ 97 per ton pada April 2025, turun lebih 20% tahun ini ke level terendah dalam hampir 4 tahun terakhir. Sedangkan untuk harga tertinggi dalam 5 tahun terakhir terjadi pada September 2022 mencapai US$ 439 per ton.

