Industri Tembakau Serap 6 Juta Tenaga Kerja, Kadin Minta Pemerintah Basmi Rokok Ilegal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Saleh Husin menyebut peran besar industri hasil tembakau selama beberapa tahun belakangan. Tak hanya berkontribusi terhadap pemasukan negara melalui cukai, industri hasil tembakau juga mampu menarik lapangan kerja.
“Cukup besar, yang kira-kira baik langsung maupun tidak langsung itu ada sekitar hampir 6 juta tenaga kerja yang terlibat,” kata Saleh, di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, saat diskusi Harapan Deregulasi dan Masa Depan Industri Hasil Tembakau, Selasa (21/10/2025).
Saleh mengatakan cukai hasil tembakau (CHT) sempat mencapai catatan tertinggi pada 2024. Pada tahun tersebut, penerimaan CHT mencapai Rp 216,9 triliun. Angka ini lebih besar dari setoran dividen BUMN ke pemerintah yang mencapai Rp 85,5 triliun.
Di samping itu, selain cukai yang dihasilkan, industri hasil tembakau juga berkontribusi terhadap devisa. Catatan Saleh, pada 2020, terdapat sekitar US$ 600 juta hasil ekspor tembakau dan terus naik hingga US$ 1,8 miliar pada 2024.
Baca Juga
Kadin Intip Peluang Kerja Sama dengan Pengusaha Afrika Selatan, dari Tambang hingga Sapi
“Ini peningkatan yang hampir 94%. Ini satu yang tentu sangat besar,”kata dia.
Meski menghasilkan penerimaan besar bagi negara, industri hasil tembakau menghadapi serangan rokok ilegal. Ini terlihat dari hasil penindakan rokok ilegal menurun, namun jumlah hasil tindakannya meningkat.
Meskipun jumlah penindakan rokok ilegal mengalami penurunan sebesar 11,3%, tetapi jumlah rokok ilegal yang berhasil ditindak meningkat sebesar 37%. Dari 13.484 penindakan hingga September 2025 tercatat sebesar 816 juta batang di September 2025. Bandingkan dengan penindakan yang dilakukan hingga September 2024 yang mencapai 15.201 tindakan dengan hasil 596 juta batang rokok ilegal.
“Tentu inilah yang terus harus menjadi fokus utama dari Pak Purbaya dan tim, agar bagaimana dapat meningkatkan pengawasan terhadap industri rokok,” kata dia.
Saleh menyarankan ke Purbaya agar terus meningkatkan law enforcement. Ini diperlukan agar peredaran rokok ilegal tak membahayakan keuangan negara.

