VKTR dan Laksana Kolaborasi Hadirkan 80 Bus Listrik Transjakarta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Upaya mempercepat ekosistem kendaraan listrik nasional kembali ditunjukkan melalui kolaborasi antara PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk dan Karoseri Laksana.
Keduanya bersinergi dalam menghadirkan 80 unit bus listrik Transjakarta yang akan dioperasikan oleh DAMRI sebagai bagian dari pengembangan transportasi publik rendah emisi di Indonesia.
Perakitan bus dimulai dari fasilitas PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah. Di lokasi ini, chassis bus dirakit dan melalui proses pengujian menyeluruh untuk memastikan kualitas dan keamanannya.
Baca Juga
VKTR Genjot Ekspansi Pasar B2B Kendaraan Listrik Lewat Pabrik CKD di Magelang
Setelah lolos uji, chassis dikirim ke fasilitas Karoseri Laksana di Ungaran, tempat di mana proses penyatuan bodi, konstruksi, serta sistem dilakukan. Setiap tahap pengerjaan dilakukan dengan cermat, menggunakan desain bodi yang dirancang secara presisi oleh tenaga kerja lokal berkompetensi tinggi.
Kolaborasi antara VKTR dan Laksana menunjukkan kekuatan industri nasional dalam mewujudkan transportasi publik yang lebih hijau, modern, dan berkelanjutan. Melalui unggahan resmi di akun Instagram @laksanabus yang dikutip Minggu (19/10/2025), manajemen Laksana menyampaikan bahwa proyek ini adalah bentuk nyata dari kemampuan anak bangsa untuk menghadirkan inovasi mobilitas berkelas dunia.
VKTR menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional. Kehadiran 80 unit bus listrik Transjakarta ini diharapkan dapat mendukung target pemerintah dalam mencapai net zero emission pada 2060, sekaligus menjadi simbol kemandirian industri otomotif Indonesia dalam mendukung transisi menuju energi bersih.
Sebelumnya diberitakan, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) juga memperluas fokus bisnis kendaraan listrik dengan menggarap segmen Business to Business (B2B), setelah sebelumnya lebih banyak menyasar pasar pemerintah.
Direktur VKTR, Achmad Amri Aswono Putro, mengungkapkan salah satu langkah strategis perusahaan adalah mendirikan fasilitas perakitan completely knocked down (CKD) untuk kendaraan listrik komersial di Magelang, Jawa Tengah.
“Fasilitas perakitan mobil listrik CKD pertama untuk kendaraan listrik komersial di Indonesia ini memiliki kapasitas hingga 3.000 unit bus dan truk per tahun, yang telah di-soft launching pada Mei 2025,” jelas Ahmad Amri dalam paparan publik secara daring, Jumat (3/10/2025).
Baca Juga
VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) Cetak Pendapatan Bersih Rp 414 Miliar
Amri menambahkan, pengembangan segmen B2B juga diiringi dengan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada kendaraan listrik berbasis CKD. Hingga semester I-2025, perseroan mengantongi tender baru sebanyak 80 unit bus listrik 12 meter CKD yang akan dikirimkan pada kuartal IV-2025.

