Tanpa APBN, Proyek 'Feeder' LRT Harjamukti-Mekarsari Dimulai
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Tahap penyusunan feasibility study (FS) atau studi kelayakan proyek Suspended String Light Rail Transport (SSLRT) Unitsky resmi dimulai. Proyek ini dirancang sebagai feeder penghubung antara Stasiun LRT Harjamukti dan kawasan Mekarsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor dengan pendanaan penuh dari swasta tanpa APBN.
Hal ini menyusul "kick off meeting" dan penandatanganan surat komitmen pelaksanaan FS yang digelar di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2025).
Perhelatan ini diinisiasi PT Minsky Cakrawala Nusa (MCN) sebagai pemrakarsa proyek, bekerja sama dengan Malcon Group sebagai mitra project management consultant (PMC) dan Unitsky Nusantara Technologies sebagai penyedia teknologi.
Baca Juga
Tarif Rp 1 Berlaku di Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta pada 17 & 19 September 2025
"Dengan terlaksananya kegiatan ini, maka dimulailah tahap resmi penyusunan feasibility study kereta Feeder LRT Harjamukti yang diharapkan menjadi tonggak penting bagi pengembangan sistem transportasi massal modern, inovatif, dan berkelanjutan di wilayah Jabodetabek," tulis akun instagram @unitsky_nusantara, dikutip Kamis (16/10/2025).
Pada tahap perencanaan, trase feeder tersebut kurang lebih 11,5 kilometer (km) yang akan menghubungkan kawasan Mekarsari, Cileungsi ke simpul transportasi utama di Stasiun LRT Harjamukti. Kajian ini mencakup proyeksi permintaan penumpang, analisis teknis, serta skema investasi yang sepenuhnya didanai swasta.
Ketiga pihak juga menandatangani surat komitmen bersama yang diserahkan kepada Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Dokumen tersebut menegaskan kesepakatan untuk menuntaskan FS dalam 6 bulan ke depan sebagai dasar implementasi proyek SSLRT.
Sebelumnya, proyek feeder Light Rail Transit (LRT) Jabodebek mendapat minat dari investor lokal.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (LLKA) DJKA Kementerian Perhubungan, Arif Anwar mengungkapkan, investor tersebut telah menyampaikan letter of intent (LoI) dan kini tengah melakukan kajian.
Baca Juga
"Untuk feeder LRT Jabodebek dari Cibubur ke arah Mekarsari, sudah ada investor lokal yang mengajukan LoI dan sedang melakukan kajian," kata Arif di kantornya, Jakarta, Senin (15/9/2025) lalu.
Menurut Arif, hasil kajian akan menentukan pola kerja sama proyek, apakah menggunakan skema konsesi atau kerja-sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

