Investor Lokal Minati Proyek 'Feeder' LRT Jabodebek Cibubur–Mekarsari
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Proyek feeder Light Rail Transit (LRT) Jabodebek mendapat minat dari investor lokal. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (LLKA) Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, Arif Anwar mengungkapkan, investor tersebut telah menyampaikan letter of intent (LoI) dan kini tengah melakukan kajian.
“Untuk feeder LRT Jabodebek dari Cibubur ke Mekarsari sudah ada investor lokal yang mengajukan LoI dan sedang melakukan kajian,” kata Arif di kantornya, Kemenhub Jakarta, Senin (15/9/2025).
Menurut Arif, hasil kajian akan menentukan pola kerja sama proyek, apakah menggunakan skema konsesi atau kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono mengungkapkan sejumlah negara Eropa hingga China menyatakan minat investasinya pada proyek kendaraan pengumpan atau feeder untuk LRT Jabodebek trase Cibubur-Bogor dan mass rapid transit (MRT) trase Lebak Bulus-BSD.
"Terkait feeder untuk MRT maupun LRT Jabodebek, kami sudah melakukan investor gathering di bulan Mei (2025). Saat ini sudah ada beberapa perusahaan menyatakan minat, ada dari Eropa, China, lokal pun ada. Setelah ini, kita menunggu studi kelayakan dari mereka," jelas Allan kepada wartawan saat media gathering di Jakarta, Rabu (9/7/2025) lalu.
Kemenhub berencana menyediakan kendaraan pengumpan atau feeder untuk LRT Jabodebek trase Cibubur-Bogor dan MRT trase Lebak Bulus-BSD.
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Komjen Pol (Purn) Suntana mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan detail engineering design (DED) untuk menentukan bentuk feeder yang cocok diterapkan pada kedua proyek moda transportasi umum berbasis rel itu.
“Ada yang pakai kereta yang di atas, seperti MRT, nanti juga ada yang di bawah tergantung, termasuk ada yang dengan teknologi seperti kereta gantung (skytrain),” jelas Suntana beberapa waktu lalu.

