Eropa dan China Berebut Investasi 'Feeder' LRT Cibubur-Bogor dan MRT Lebak Bulus-BSD
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) Allan Tandiono mengungkapkan negara-negara di Eropa hingga China menyatakan minat investasinya alias berebut pada proyek kendaraan pengumpan atau feeder untuk light rail transit (LRT) Jabodebek trase Cibubur-Bogor dan mass rapid transit (MRT) trase Lebak Bulus-BSD.
Baca Juga
LRT Jabodebek Angkut 139.000 Penumpang saat Libur Panjang Tahun Baru Islam, Ini Stasiun Teramai
"Terkait feeder untuk MRT maupun LRT Jabodebek, kami sudah melakukan investor gathering pada Mei (2025). Saat ini sudah ada beberapa perusahaan menyatakan minat, ada dari Eropa, China, lokal pun ada. Setelah ini, kita menunggu studi kelayakan dari mereka," jelas Allan kepada wartawan saat media gathering di Jakarta, Rabu (9/7/2025).
Kemenhub berencana menyediakan kendaraan pengumpan atau feeder untuk LRT Jabodebek trase Cibubur-Bogor dan MRT trase Lebak Bulus-BSD.
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Komjen Pol (Purn) Suntana mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan detail engineering design (DED) untuk menentukan bentuk feeder yang cocok pada kedua proyek moda transportasi umum berbasis rel itu.
“Ada yang pakai kereta di atas, seperti MRT, nanti ada di bawah, tergantung, termasuk ada yang dengan teknologi seperti kereta gantung (skytrain),” jelas Suntana beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Melonjak 50% hingga Paruh Pertama 2025
Perihal ini, salah satu aspek yang diperhatikan Kemenhub untuk menentukan feeder adalah ketersediaan tanah. Hal ini juga menjadi langkah untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum.
“Nanti kita lihat yang efisien, yang biayanya tidak terlalu mahal dan yang penting kesediaan tanah serta tidak merusak lingkungan,” kata Suntana.

