Dirut Pertamina Tanggapi Menkeu Purbaya soal Kilang Minyak di Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri memberi tanggapan terkait keluhan yang dilontarkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa karena sedikitnya jumlah kilang minyak di Indonesia.
“Kalau kemarin kita sempat mendengar Pak Menteri Keuangan menyampaikan bahwa mungkin tidak banyak kilang yang dibangun, tentunya itu menjadi masukan berharga buat kami,” kata Simon dalam acara di Sarinah, Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Sebelum ini, Purbaya mempersoalkan sedikitnya jumlah kilang minyak di Indonesia menyebabkan subsidi energi melonjak. Apalagi, impor bahan bakar minyak (BBM) juga masih cukup besar, yakni US$ 21,6 miliar sepanjang tahun 2024.
Simon tidak memungkiri bahwa hal ini juga menjadi perhatian Pertamina. Maka dari itu, Pertamina telah mempersiapkan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang dalam waktu dekat ditargetkan on stream.
“Mudah-mudahan di bulan November, tanggal 10 November adalah kita akan mulai on stream proyek RDMP Balikpapan, yang nanti akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang,” ujar Simon
Baca Juga
Pertamina Rampungkan 11 Proyek Kilang Strategis untuk Dongkrak Produksi BBM dan 'Biofuel'
Dia berharap, dengan hadirnya RDMP Balikpapan ini akan mengurangi impor BBM nasional. Selain itu, produk yang dihasilkan dari Kilang Balikpapan ini juga akan lebih baik, bahkan setara dengan Euro 5, yaitu kadar sulfur di bawah 10 ppm.
“Ini sangat luar biasa. Karena itu adalah PR dari kita, kita harus terus memperbaiki diri dan mengembangkan kilang supaya bisa mencapai produksi dan performa yang terbaik,” sebut dia.
Kendati demikian, Simon menggarisbawahi bahwa membangun kilang saja tidak cukup untuk mengurangi impor dan subsidi energi. Menurutnya, sektor hulu juga mesti diperhatikan, di mana produksi minyak nasional perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan nasional.
“Kalau kita bangun kilang tapi kita tidak tingkatkan produksi di hulu kita itu sama saja. Kita bangun kilang, kilang beroperasi baik, tapi untuk crude-nya masih impor. Nah makanya ini sejalan dengan dukungan kementerian ESDM, SKK Migas, dan seluruh stakeholder kita akan dorong produksi peningkatan kilang,” jelas Simon.

