Saham Elnusa (ELSA) 5 Tahun Konsisten Naik, Investor 'Cuan' Besar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Elnusa Tbk (ELSA), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) di bawah subholding upstream Pertamina, mencatatkan kinerja saham yang impresif dalam 5 tahun terakhir.
Pada Juli 2025, ELSA menembus rekor harga tertinggi dalam 8 tahun terakhir di Rp 550 per lembar.
"Periode 2021 hingga Juli 2025 menjadi momentum penting bagi perusahaan jasa energi terintegrasi ini, dengan tren kenaikan harga saham dan kapitalisasi pasar yang konsisten di tengah fluktuasi pasar modal," kata Direktur Keuangan Elnusa Stanley Iriawan dalam keterangannya, Jumat (15/8/2025).
Pada akhir 2021, saham ELSA ditutup di level Rp 276 per lembar, jauh di bawah harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada 2008 sebesar Rp 400. Namun, memasuki 2022, tren positif mulai terbentuk dengan kenaikan menjadi Rp 312 atau tumbuh 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2023, harga ELSA kembali naik menjadi Rp 388 atau meningkat 24%, diikuti kapitalisasi pasar yang bertambah dari Rp 2,28 triliun menjadi Rp 2,83 triliun.
Baca Juga
Elnusa (ELSA) Buka Kesempatan yang Sama pada Pekerja Perempuan dan Disabilitas
Tahun 2024 menjadi salah satu puncak kinerja, saat harga saham sempat menyentuh Rp 545 pada Juni dengan kapitalisasi pasar Rp 3,46 triliun. Momentum ini berlanjut hingga Juli 2025, ketika ELSA menembus rekor harga tertinggi dalam 8 tahun terakhir di Rp 550 per lembar.
“Kinerja saham yang positif dalam 5 tahun terakhir mencerminkan respons pasar yang baik atas strategi pertumbuhan dan penguatan fundamental perusahaan. Kami terus menjaga struktur permodalan sehat, mengoptimalkan kinerja operasional, dan mengelola risiko bertanggung jawab untuk mempertahankan kepercayaan investor,” ujar Stanley.
Ia menegaskan keberhasilan mempertahankan tren positif merupakan hasil kerja kolektif tim Elnusa dalam disiplin eksekusi strategi bisnis, efisiensi, dan inovasi layanan. “Ke depan, kami akan fokus memperkuat daya saing dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham,” tambahnya.
Selain memperkuat kinerja operasional, Elnusa secara konsisten meningkatkan sinergi di lingkungan BUMN, memperluas peluang bisnis, dan menciptakan efisiensi rantai pasok. Perseroan juga mengoptimalkan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk mendukung visi sebagai perusahaan jasa energi yang mampu melayani pasar di dalam dan luar Pertamina.
Baca Juga
Keuangan Sehat, Elnusa (ELSA) Lunasi Sukuk Rp 715 M Tanpa Utang Baru
Dari sisi pendanaan, Elnusa mendapat dukungan kuat dari perbankan, yang mencerminkan kepercayaan sektor keuangan terhadap prospek perusahaan. Di sisi lain, perseroan memperkuat digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi, akurasi data, dan kualitas layanan.
Optimisme pasar terhadap Elnusa berakar pada strategi bisnis adaptif, manajemen risiko yang prudent, dan eksekusi operasional solid. Konsistensi ini membuat ELSA tetap menarik di mata investor dan memperkuat posisinya sebagai emiten jasa energi terintegrasi dengan prospek jangka panjang.
Saham ELSA pada Jumat (15/8/2025) pukul 10.00 WIB berada di level Rp 505 atau naik 21

